Program Laksmi 2026: PNM dan KemenKopUKM Berdayakan Perempuan Pengusaha Mikro

Surabaya – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) menjalin kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk meluncurkan Program Laksmi 2026. Program ini dirancang khusus guna memperkuat kapasitas usaha mikro yang digeluti oleh para perempuan, dengan sasaran utama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Tujuannya adalah mendorong mereka menuju kemandirian ekonomi.

Tahap awal peluncuran program ini telah menjangkau sekitar 500 pengusaha mikro perempuan. Dari jumlah tersebut, 250 orang di antaranya merupakan nasabah setia PNM. Acara peluncuran program yang berfokus pada pemberdayaan ini berlangsung di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, pada Rabu (23/9).

Program Laksmi 2026 tidak hanya berhenti pada pemberian akses pembiayaan, tetapi juga mencakup pendampingan komprehensif. Pendampingan ini meliputi pengenalan pola fokus usaha, manajemen dasar bisnis, fasilitasi berbagi pengalaman antar sesama pelaku usaha, serta integrasi ke dalam platform digital SAPA UMKM. Seluruh rangkaian pendampingan ini dirancang secara strategis untuk meningkatkan kapasitas KPM PKH, dengan harapan kesejahteraan keluarga mereka dapat meningkat secara bertahap.

Momen peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KemenKopUKM dan PNM. Kesepakatan ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi sinergi kedua lembaga dalam hal pembiayaan, pemberdayaan usaha mikro, serta pendampingan intensif bagi KPM PKH melalui implementasi Program Laksmi.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa semangat Program Laksmi berfokus pada dorongan bagi para ibu penerima manfaat untuk tidak hanya mengembangkan usaha mereka sendiri, tetapi juga mampu membantu orang lain. Ia mengaitkan semangat ini dengan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 261. “Pesan itu menjadi dorongan agar para ibu memiliki semangat untuk berbagi, berusaha, dan bergerak dari posisi penerima menjadi pihak yang mampu membantu orang lain. Sejalan dengan prinsip bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, kita berharap para KPM memiliki keyakinan dan semangat untuk meningkatkan kemandirian serta mengangkat derajat keluarganya,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).

Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, menjelaskan bahwa PNM memiliki tiga pilar utama dalam pengembangan usaha ultra mikro, yaitu pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan. “Kerja sama ini bukan sekadar seremoni penandatanganan, tetapi menjadi landasan untuk menerjemahkan sinergi antara PNM dan Kementerian UMKM ke dalam program yang konkret dan terukur bagi pelaku usaha mikro,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan peluncuran ini juga diisi dengan penyerahan bantuan fasilitasi dan pendampingan UMKM inklusif melalui Program Penguatan Sektor Ekonomi, serta layanan unggulan PNM Mekaar dan PNM ULaMM. Fasilitasi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pendampingan Program Laksmi bagi seluruh peserta, khususnya KPM PKH yang mengikuti program di wilayah Jawa Timur.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Sekretaris KemenKopUKM Loto Srinaita Ginting, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Riza Damanik, Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM M. Riza Damanik, dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih. PNM diwakili oleh Wakil Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Sunar Basuki.

KemenKopUKM dan PNM optimis bahwa koordinasi yang berkelanjutan pasca-penandatanganan akan memastikan Program Laksmi dapat ditindaklanjuti secara konsisten. Diharapkan program ini benar-benar mampu mengantarkan KPM PKH di Jawa Timur menuju gerbang kemandirian ekonomi.

Tinggalkan komentar