Sebuah insiden pelecehan seksual terjadi di dalam bus JR Connexion yang melayani rute Juanda-Tamansari, Bogor. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial, memperlihatkan seorang pria berkacamata hitam dan berkaus merah yang diduga melakukan pelecehan terhadap penumpang wanita di sebelahnya dengan modus berpura-pura tidur.
Dalam rekaman video tersebut, pria yang duduk di kursi penumpang tampak tidak bergeming meskipun korban yang berada di sampingnya memegang kerah bajunya. Korban terlihat sangat geram dan reaksinya menarik perhatian penumpang lain di dalam bus.
“Sampai gemetar tahu nggak,” ujar wanita yang diduga korban dengan nada kesal. Ia kemudian menjelaskan bahwa pria tersebut telah menggerayanginya. Saking kesalnya, korban sempat meluapkan amarahnya dengan memukuli pelaku.
Situasi tersebut memicu kepanikan, dan penumpang lain terdengar berteriak, “Nggak sopan banget sih pak, biar apa kayak gitu. Bawa polisi pak.” Menanggapi situasi tersebut, awak bus segera menepikan armadanya di Pos Induk PJR Jagorawi.
Tak lama kemudian, pelaku pelecehan tersebut berhasil diamankan oleh petugas kepolisian yang tiba di lokasi. Kepala Induk (Kainduk) PJR Tol Jagorawi, Kompol Akhmad Jajuli, membenarkan peristiwa tersebut. Pelaku langsung dibawa ke kantor PJR untuk dimintai keterangan.
“Jadi memang itu mobil busnya minggir ke kantor PJR, kemudian menginformasikan ada penumpang laki-laki diduga melakukan pelecehan seksual. Ya sudah, anggota dengan cepat naik jemput pelakunya, dibawa ke kantor PJR, termasuk korbannya juga,” kata Jajuli ketika dikonfirmasi.
Jajuli menambahkan bahwa pelaku, yang belakangan diketahui bernama Fariz Maulana, awalnya sempat mengelak ketika ditanyai petugas. Namun, setelah didesak, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan. “Tadinya awalnya itu nggak mau mengaku, mengelak lah. Tapi akhirnya mengaku terus bikin surat pernyataan,” ujar Jajuli.