Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang pria diduga melakukan pelecehan terhadap penumpang wanita di dalam bus JR Connexion rute Juanda (Jakarta) menuju Tamansari Persada (Bogor) menjadi viral di media sosial. Insiden tersebut memicu kemarahan korban dan penumpang lain yang berada di dalam bus.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria berkacamata hitam duduk bersebelahan dengan seorang penumpang wanita. Pria yang diduga pelaku pelecehan tersebut tampak diam saja saat korban berusaha mendorongnya menjauh dan memintanya pindah kursi. Korban yang semakin geram terlihat beberapa kali memukul punggung pelaku.
Peristiwa ini menarik perhatian seluruh penumpang. “Digerayangin tadi, Mbak, paha saya,” ucap korban kepada penumpang lain yang bertanya mengenai kejadian tersebut. Suasana di dalam bus menjadi riuh, dan penumpang lain mendesak agar pelaku diturunkan dari bus dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Dalam rekaman video lain, pria tersebut terlihat digiring keluar bus oleh petugas kepolisian yang segera masuk ke dalam kendaraan. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (17/9) malam. Pelaku kemudian diturunkan dari bus dan diserahkan kepada anggota PJR Tol Jagorawi.
Kepala Induk PJR Tol Jagorawi, Kompol Akhmad Jajuli, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pria yang diduga pelaku pelecehan seksual itu dibawa ke kantor PJR untuk dimintai keterangan, bersama dengan korban.
“Jadi memang itu mobil busnya minggir ke kantor PJR, kemudian menginformasikan ada penumpang laki-laki diduga melakukan pelecehan seksual. Ya sudah, anggota dengan cepat naik jemput pelakunya, dibawa ke kantor PJR, termasuk korbannya juga,” ujar Kompol Akhmad Jajuli saat dikonfirmasi pada Jumat (18/9/2026).
Sebelumnya diberitakan, pria yang videonya viral melakukan pelecehan terhadap wanita di bus tersebut, diketahui bernama Fariz Maulana. Awalnya, ia sempat mengelak ketika ditanyai oleh polisi. “Tadinya awalnya itu nggak mau mengaku, mengelaklah. Tapi akhirnya mengaku, terus bikin surat pernyataan,” kata Kompol Akhmad Jajuli.
Menurut pengakuan pelaku, ia baru memegang paha korban. “Pengakuannya sih baru pegang paha, jadi bukan menggerayangi. Jadi mungkin pegang paha, terus langsung korbannya itu marah atau apa gitu ya,” imbuhnya.