Seorang pria yang sempat diamankan polisi terkait insiden bau menyengat yang menyebabkan konser di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dibubarkan, ternyata bukan pelaku pencopetan maupun penyebab bau tersebut. Kapolsek Tamansari Kompol Bobby M Zulfikar menjelaskan, pria tersebut diamankan atas dasar asumsi masyarakat yang meneriakkan adanya copet.
“Itu (dicurigai copet) hanya asumsi masyarakat yang meneriakkan yang bersangkutan pelaku. Kami amankan supaya menghindari adanya tindakan dari massa atau masyarakat lainnya, yang menduga copet,” kata Bobby, Selasa (15/9/2026).
Setelah dilakukan pemeriksaan, pria tersebut tidak terbukti melakukan aksi pencopetan maupun berkaitan dengan bau menyengat yang dimaksud. Ia pun telah diserahkan ke Dinas Sosial karena tidak memiliki kartu identitas.
“Setelah kami cek dan kami periksa, yang bersangkutan tidak diketemukan barang-barang yang diduga hasil copet atau curian. Pelaku yang diduga copet tidak ada kaitannya dengan bau tersebut,” jelas Bobby. “Kemudian kami serahkan orang tersebut ke Dinsos, karena tidak memiliki kartu identitas,” imbuhnya.
Kronologi Kejadian Konser Dibubarkan
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (13/9/2026) malam, hari kedua penyelenggaraan acara yang telah berlangsung kondusif sejak Sabtu (12/9). Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra menuturkan, acara sempat berjalan lancar hingga penampilan Armand Maulana dan Kotak.
“Hari kedua di akhir ini penampilan Armand Maulana dan Kotak. Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 WIB ketika bawa lagu tercium bau nggak enak, seperti kentut,” ujar Denny, Senin (14/9).
Denny menambahkan, panggung yang berukuran relatif kecil menjadi salah satu faktor. Saat band Kotak tampil sekitar pukul 23.00 WIB, terdampak serbuk yang menyebabkan mata pedih dan napas sesak.
“Di sisi lain, panggung itu kecil banget karena memang format (acara) seperti itu. Kotak terus perform sampai jam 23.00 puncaknya berasa agak pedih mata di area depan dan itu bukan gas air mata. Melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya, serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak nafas,” jelasnya.
Acara sempat terhenti. Petugas kemudian berhasil mengamankan seorang pria yang diduga membawa serbuk tersebut, dengan motif membuat keramaian untuk melancarkan aksi pencurian.
“Tantri Kotak mundur dan berhenti. Sekuriti acara langsung mengamankan. Kami bersama 3 pilar, mengamankan dari warga terdampak. Agar yang sesak napas tertangani,” tutur Denny. “Terduga pelaku diduga ingin buat ramai agar melakukan hal lainnya seperti pencopetan,” tuturnya.
Denny melaporkan area tersebut berhasil disterilkan dalam waktu 15 menit. Pelaku kemudian diamankan ke Polsek Subsektor Pinangsia.
“Secara teknis pelaku sudah ditahan dan kami membuka call center dan DM bila ada warga terdampak lainnya. Malam kemarin yang terdampak langsung pulang dalam keadaan selamat,” ungkapnya.
“Intinya kita antisipasi dan memang tiba-tiba kejadiannya. Tapi keselamatan pengisi acara pengunjung lebih utama. Pihak penyelenggara juga berkomitmen lebih baik lagi dan membantu sepanjang pelaksanaannya,” tutupnya.