Pria di Surabaya Akui Pelecehan Berkedok Konten Boneka, Minta Maaf ke Korban

SURABAYA – Sebuah modus pelecehan seksual yang berkedok pembuatan konten dengan boneka di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, viral di media sosial. Pelaku yang membuat konten tersebut kini telah menyampaikan permintaan maafnya.

Sebelumnya, seorang warganet di platform Threads memperingatkan para perempuan untuk berhati-hati terhadap sekelompok pria yang kerap menawarkan pembuatan konten di area tersebut. Modus ini diduga telah dialami oleh beberapa korban.

Salah satu korban, yang diidentifikasi dengan inisial ASN, menceritakan pengalamannya pada 5 Agustus 2026. Saat itu, ia sedang berjalan bersama temannya di Jalan Tunjungan sekitar tengah malam untuk menuju area parkir. Tiba-tiba, dua pria menghampiri mereka dan menawarkan untuk berpartisipasi dalam pembuatan konten yang diklaim hanya memakan waktu 20 detik.

“Tiba-tiba ada dua cowok nyegat kita. Bilang, ‘Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama. Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak’,” ujar ASN saat dikonfirmasi.

Meskipun awalnya menolak, ASN akhirnya bersedia. Ia dan temannya kemudian diminta melakukan pengambilan video sebanyak tiga kali dengan orang yang berbeda, namun dengan konsep yang serupa. “Disuruh take konten itu tiga kali, dengan orang yang berbeda tapi konsep videonya sama semua. Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain,” jelasnya.

ASN baru menyadari kejanggalan setelah melihat konten-konten lain yang memiliki pola serupa dan dinilainya mengandung unsur pelecehan seksual. Hal ini disebabkan oleh bentuk boneka yang digunakan memiliki ekor panjang yang ambigu dan menyerupai alat kelamin pria.

Pelaku Mengakui dan Meminta Maaf

Menanggapi isu yang beredar, pelaku pelecehan dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan Surabaya akhirnya buka suara. Melalui akun TikTok-nya, @takimofficial08, pelaku menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh korban.

“Saya hanya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada kakak yang pernah saya ajak ikut dalam konten boneka. Dengan kesadaran penuh dan ketulusan, saya benar-benar ingin meminta maaf kepada semua pihak dan terutama kepada kakak yang merasa terganggu dan saya rugikan bahkan lecehkan,” ungkap pelaku dalam video yang diunggahnya.

Pelaku juga menegaskan bahwa niatnya bukanlah untuk menyakiti, mempermalukan, atau membuat pihak lain merasa tidak nyaman. Ia menyatakan penyesalannya atas tindakan yang telah dilakukannya.

Tinggalkan komentar