Sebuah video yang menampilkan seekor kucing mengenakan kostum dan terlelap di tengah keramaian kawasan Tunjungan, Surabaya, menjadi viral dan menarik perhatian publik. Kucing tersebut terlihat lemas dan tertidur pulas, menimbulkan spekulasi di kalangan warganet.
Muncul dugaan bahwa kucing tersebut sengaja diberi obat tidur agar tetap tenang saat dibawa ke tempat umum yang ramai. Selain itu, aktivitas pemilik yang membawa kucing sambil menerima donasi dari pengunjung juga dikritik dan dianggap sebagai bentuk eksploitasi hewan.
Menanggapi hal tersebut, Bimo, sang pemilik kucing, membantah keras tudingan bahwa kucingnya diberi obat tidur. Ia menjelaskan bahwa kucing-kucing yang dibawanya memang memiliki karakter yang sangat tenang dan sudah terbiasa berada di dekatnya.
“Kalau lagi males, males. Dia di manapun kondisinya, apapun, seramai apapun dia akan tidur,” ujar Bimo.
Bimo menambahkan, kucing yang sudah memiliki rasa percaya tinggi terhadap pemiliknya akan merasa aman dan nyaman di lingkungan sekitarnya, bahkan di tengah keramaian sekalipun. Kondisi inilah yang membuat beberapa kucingnya tetap santai.
Terkait dugaan eksploitasi untuk mencari keuntungan dari donasi, Bimo menegaskan bahwa seluruh uang yang terkumpul didedikasikan sepenuhnya untuk kebutuhan kucing-kucingnya. “Pokoknya uang ini tuh uangnya mereka. Kembalikan ke pakannya, bulanannya mereka, vitaminnya mereka, dokternya mereka,” jelasnya.