Pria Bogor Hilang dalam Insiden Kapal Virgo Terbalik, Hendak Bekerja di Banjarmasin

Salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa diketahui bernama Gery Donovan (35), berasal dari Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Gery hingga kini belum ditemukan.

Ayah Gery, Dadi Suryadi (64), mengungkapkan bahwa putranya berangkat bersama seorang rekan bernama Taufik Hidayat yang berasal dari Subang. Keduanya diketahui akan melakukan perjalanan dinas pekerjaan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Gery dan Taufik merupakan pegawai di salah satu perusahaan yang berlokasi di Cileungsi, Kabupaten Bogor. “Rencana mau kerja di Banjarmasin. Jadi Gery ini utusan kantor di sini, memang dia kepilih gitu sama kantornya. Dia berdua sama temannya, orang Subang, namanya Taufik Hidayat,” jelas Dadi saat ditemui di kediamannya.

Menurut Dadi, Gery bekerja di kantornya berkaitan dengan bahan-bahan kimia. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti detail pekerjaan yang akan dilakukan putranya di Banjarmasin. “Kalau kantornya di sini, di Cileungsi. Rencananya mau 10 hari di sana (Banjarmasin),” imbuhnya.

Keluarga mengetahui kejadian nahas tersebut setelah pihak kantor Gery menyampaikan kabar kepada salah satu menantu Dadi pada Minggu (13/9) sore. Sejumlah rekan kerja Gery juga turut mendatangi rumah keluarga untuk memberikan informasi langsung.

Dadi menyatakan, saat ini keluarganya masih terus menanti informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian korban hilang dalam insiden terbaliknya KM Virgo di Laut Jawa. Pihak kantor Gery dikabarkan telah berada di posko SAR KM Virgo untuk menunggu hasil pencarian.

“Ya kondisinya belum ketemu sampai sekarang. Kita di sini tanyakan terus informasinya. Sekarang ini ada orang kantornya anak saya yang di posko SAR itu, di Banjarmasin. Nanti dari sana dikabarin kalau ada apa-apa ke kita,” tutur Dadi.

KMP Virgo Transport 8 adalah kapal penyeberangan yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kapal ini dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut kemudian ditemukan dalam keadaan terbalik, diduga kuat akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengonfirmasi bahwa sebanyak 114 korban telah berhasil ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dilaporkan selamat, sementara enam orang lainnya meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di dalam kapal.

Tinggalkan komentar