Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan sedang mematangkan rencana percepatan pembangunan Budidaya Ikan Darat Tematik. Pada tahap awal pelaksanaannya di tahun 2026, program ini akan difokuskan di enam provinsi sebagai wilayah pengembangan utama.
Keenam provinsi yang menjadi prioritas dalam program ini adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 2.073 lokasi percontohan pada awal bergulirnya program ini.
Langkah masif ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya. KKP tercatat telah berhasil membangun 100 unit kolam budidaya bioflok tematik di empat provinsi Pulau Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyatakan bahwa program ini akan terus diperluas secara bertahap hingga menjangkau puluhan ribu titik. “Akan dibangun juga budidaya tematik 40.000 lokasi,” ujar Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2026).
Zulhas menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung di setiap daerah. Keberhasilan program pembesaran ikan ini sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok untuk memastikan hasil panen terserap secara optimal. “Jangan hanya membangun kolam. Harus dipastikan dari hulu sampai hilir, termasuk benih, pakan, pembiayaan, teknologi, dan pasarnya,” tegasnya.
Pengembangan budidaya perikanan ini diharapkan mampu memperluas basis produksi secara nasional. Selain memastikan kemandirian protein masyarakat, inisiatif ini dirancang untuk membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru yang sejalan dengan potensi masing-masing daerah. Dengan demikian, program ketahanan pangan nasional akan semakin kuat melalui kemandirian gizi dari tingkat daerah.