Jakarta – Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, atau yang akrab disapa Titi, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan literasi kreatif yang mengintegrasikan praktik pembuatan aromaterapi dengan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, metode ini merupakan cara yang menarik untuk mengenalkan dan menanamkan pemahaman mengenai Empat Pilar MPR RI, sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan kerja.
Titi menjelaskan bahwa proses meracik aromaterapi memiliki relevansi kuat dengan kehidupan berbangsa. Penggabungan beragam bahan dengan karakteristik aroma yang berbeda untuk menghasilkan satu harmoni aroma dapat menjadi cerminan keberagaman Indonesia yang dipersatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Saya sangat mendukung literasi kreatif ini. Karena ini memang dikaitkan dengan Empat Pilar, di mana bahan-bahannya tadi kalau bisa terdiri dari empat macam. Ini mencerminkan bahwa bahan-bahan yang berbeda dapat dipadukan dan menghasilkan hasil yang sangat baik,” ujar Titi dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Titi saat menghadiri kegiatan Literasi Kreatif bertajuk ‘Pilar Kebangsaan, Aroma Kedamaian: Meracik Harmoni Empat Pilar dalam Sebotol Aromaterapi’ yang diselenggarakan oleh Perpustakaan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman kreatif bagi para pegawai, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya keselarasan di tengah perbedaan untuk menghasilkan sesuatu yang positif. “Coba kalau tidak ada keselarasan antara wanginya, mungkin hasilnya juga tidak bagus, wanginya tidak enak. Nah, ini adalah salah satu pencerminan dari Empat Pilar tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Titi menegaskan komitmen MPR RI untuk terus mengembangkan kegiatan kreatif yang mengangkat nilai-nilai Empat Pilar. Ia menekankan pentingnya kegiatan semacam ini agar nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat dirasakan melalui pengalaman langsung.
Selain sebagai sarana literasi, kegiatan meracik aromaterapi ini juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha. Titi berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk dibagikan kepada rekan-rekan lainnya.
Titi juga kembali menekankan bahwa keberagaman merupakan elemen fundamental dari identitas bangsa Indonesia. Perbedaan suku, agama, maupun latar belakang seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita berbeda-beda suku bangsa, agama, dan latar belakang, tetapi kita harus menjadi satu untuk peningkatan MPR dan menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.
Melalui Literasi Kreatif ini, nilai-nilai Empat Pilar diharapkan dapat semakin meresap dalam kehidupan sehari-hari para pegawai. Kreativitas, kebersamaan, dan keberagaman diharapkan menjadi bagian integral dalam upaya membangun lingkungan kerja yang harmonis serta memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi, Budi Muliawan; Pustakawan Ahli Madya, Yusniar; Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga, Susan Andriyani; para pegawai di lingkungan Setjen MPR RI; serta Gita Rinjani, seorang perfumer, edukator olfaktori, dan konsultan desain aroma yang bertindak sebagai pembimbing pelatihan.