JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membantah keras beredarnya video yang mengatasnamakan dirinya dan menawarkan bantuan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebesar Rp150 juta. Ia menegaskan informasi tersebut adalah hoaks.
Video yang beredar menampilkan sosok mirip Mukhtarudin dengan penyesuaian suara dan gerakan bibir yang dibuat seolah-olah asli. Video tersebut juga menggunakan format pengantar berita televisi dan mencantumkan identitas salah satu media televisi nasional untuk menambah kredibilitasnya.
“Saya tegaskan bahwa informasi mengenai bantuan pemulangan sebesar Rp 150 juta yang beredar dalam video tersebut tidak benar. Video itu bukan pernyataan saya,” kata Mukhtarudin dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2020).
Mukhtarudin mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap video atau informasi yang mengatasnamakan dirinya, terutama jika menawarkan bantuan dalam jumlah besar dan mengarahkan untuk menghubungi nomor atau akun tertentu. Ia menekankan kecanggihan teknologi AI saat ini yang bisa memanipulasi tampilan dan suara seseorang.
“Teknologi AI sekarang semakin canggih. Wajah, suara, bahkan gerakan bibir seseorang bisa dibuat seolah-olah benar. Karena itu, jangan hanya melihat videonya dan langsung percaya. Pastikan dulu sumber informasinya,” ujar Mukhtarudin.
Ia menegaskan bahwa Kementerian P2MI tidak pernah mengumumkan atau menjanjikan bantuan pemulangan sebesar Rp 150 juta seperti yang disampaikan dalam video tersebut. Mukhtarudin juga meminta masyarakat untuk tidak memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan dirinya atau Kementerian P2MI melalui nomor WhatsApp, akun media sosial, atau kanal pribadi yang tidak resmi.
“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi. Jangan memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan saya atau Kementerian P2MI melalui nomor WhatsApp maupun akun pribadi yang tidak resmi,” ungkapnya.
Menurut Mukhtarudin, informasi mengenai program dan layanan Kementerian P2MI hanya disampaikan melalui kanal resmi sosial media dan website kementerian. Masyarakat diminta untuk memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai, menindaklanjuti, maupun menyebarkannya.
“Kalau menemukan informasi seperti ini, jangan langsung dibagikan. Cek terlebih dahulu melalui kanal resmi media sosial kami yakni @kemenp2mi dan website resmi kami siskop2mi.bp2mi.go.id. Mari kita bersama-sama mencegah masyarakat, khususnya Pekerja Migran Indonesia, menjadi korban penipuan berbasis teknologi AI,” tutup Mukhtarudin.