Jakarta – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama semakin dekat, dijadwalkan dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin, menekankan pentingnya persiapan diri yang matang sebagai kunci keberhasilan menghadapi TKA. Persiapan ini meliputi menjaga kesehatan dan mengasah kemampuan melalui laman simulasi TKA.
“Persiapkan diri dengan belajar teratur, ikut simulasi resmi TKA, selalu mencoba ‘AYO COBA TKA’,” ujar Toni, mengutip arsip detikEdu pada Rabu (21/10/2026). Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen juga mengingatkan siswa untuk tidak merasa cemas, mengingat TKA berbeda dengan Ujian Nasional (UN) yang nilainya tidak menentukan kelulusan.
Hasil TKA akan dimanfaatkan untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara nasional dan berfungsi sebagai validator rapor dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2027. Rahmawati dari Antara menjelaskan bahwa TKA bertujuan untuk melihat pencapaian belajar siswa secara objektif, berbeda dengan pengukuran sebelumnya yang bersifat subjektif karena standar yang bervariasi antar sekolah.
Tips Persiapan TKA untuk Murid
Meskipun waktu persiapan terbatas, siswa dapat memaksimalkan sisa waktu dengan beberapa cara:
- Atur Strategi Belajar
Buatlah jadwal belajar fokus 20-30 menit per sesi untuk memahami konsep dasar mata pelajaran yang diujikan. Identifikasi topik yang sulit dan diskusikan dengan guru atau teman sekelas. - Latihan Bertahap
Mulailah latihan per topik, manfaatkan laman simulasi resmi seperti “AYO Coba TKA!”. Setelah memahami materi, cobalah untuk menjelaskan ulang kepada teman untuk memperkuat pemahaman. - Jaga Kondisi Mental dan Fisik
Selain belajar, istirahat yang cukup sangat penting. Pastikan tidur memadai, lakukan peregangan ringan, praktikkan teknik pernapasan untuk menenangkan diri, dan jangan ragu berbagi perasaan dengan guru, teman, atau orang tua.
Tips Persiapan TKA untuk Guru
Sekolah dan guru dapat menerapkan strategi khusus untuk membantu siswa. Kepala SMA Negeri 56 Jakarta, Dewi Retno Lestari, misalnya, mengadakan forum mingguan sebagai pendampingan khusus untuk siswa, fokus pada pemahaman model soal TKA dan melatih ketahanan membaca.
“Karena dari soal TKA itu, anak itu harus tahan dulu membaca stimulusnya. Nah, ketika siswa sudah memiliki ketahanan membaca, maka dari situ dia bisa langsung menarik informasi, dia bisa mengekstrak,” jelas Dewi.
Secara umum, Kemendikdasmen menyarankan guru untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Pahami Informasi Resmi TKA
Guru perlu memahami informasi resmi mengenai TKA, termasuk kerangka asesmen dan sumber belajar yang relevan. - Integrasikan Materi ke Dalam Pembelajaran
Sisipkan latihan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam kegiatan belajar sehari-hari agar siswa terbiasa. Arahkan siswa untuk memperkuat pemahaman konsep inti dari setiap materi. - Dampingi Murid dengan Empati
Validasi kekhawatiran siswa, ciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan berikan apresiasi atas setiap usaha siswa. - Edukasi Orang Tua
Jalin komunikasi dengan orang tua untuk memberikan saran mengenai cara mendukung anak di rumah, sehingga siswa merasa didukung baik di sekolah maupun keluarga.
Sebelum hari ujian, Kemendikdasmen telah menyelenggarakan simulasi dan gladi bersih TKA yang dirancang semirip mungkin dengan kondisi ujian sebenarnya. Tahapan ini bertujuan agar siswa lebih siap menghadapi ujian, termasuk mengatasi potensi kendala teknis.
Komentar