Mendagri Jelaskan Kriteria Penghargaan Pemda Berprestasi di Bidang Pendidikan dan Perumahan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, membeberkan kriteria penilaian untuk Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi. Ia menekankan bahwa penilaian dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan pihak yang kompeten.

Dalam sambutannya di malam puncak apresiasi yang digelar di Claro Hotel, Makassar, pada Jumat (18/9/2026), Tito menjelaskan bahwa untuk penghargaan ‘Akses Penduduk Terhadap Layanan Pendidikan’, tim dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) turut dilibatkan. Penilaian ini berfokus pada kebijakan pro-pendidikan.

Selain pendidikan, Tito juga merinci penilaian untuk kategori ‘Implementasi Program 3 Juta Rumah’. Kemendagri secara rutin memantau kinerja pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu indikatornya adalah pembebasan Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR.

“Kami tiap minggu mengevaluasi daerah mana saja yang mengeluarkan, menerbitkan BPHTB dan PBG yang gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Tito. Data ini, lanjutnya, menjadi dasar penentuan pemenang di bidang perumahan.

Tito menambahkan bahwa insentif fiskal yang diterima pemda pemenang akan masuk sebagai tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan bukan untuk kepentingan pribadi. Anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk program-program penting, termasuk penanganan bencana.

Lebih lanjut, Mendagri menginformasikan bahwa acara penghargaan ini akan berlanjut ke putaran ketiga. Ia juga menyinggung tentang pentingnya pertumbuhan ekonomi daerah. Sebelumnya, acara serupa telah dilaksanakan di Batam untuk wilayah Sumatra, Balikpapan untuk Kalimantan, Jakarta untuk wilayah Nusa Tenggara dan Maluku, serta Denpasar untuk Jawa-Bali.

“Tinggal nanti satu lagi di Papua. Kami akan lapor kepada Bapak Menko kapan waktunya. Baru kita nanti akan masuk putaran ketiga. Salah satunya kami kasih bocoran, putaran ketiga ini salah satu yang kita akan perlombakan adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Jadi, silakan mulai siap-siap belajar pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya, seraya mengingatkan agar tidak melakukan lobi terhadap Badan Pusat Statistik (BPS).

Tinggalkan komentar