JAKARTA – Sebuah perusahaan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik setelah diduga mempraktikkan lowongan kerja palsu yang mengharuskan calon pelamar membayar sejumlah uang sebelum dapat bekerja. Pihak kepolisian menyatakan bahwa perusahaan tersebut bergerak dalam bidang penyalur tenaga kerja atau outsourcing.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam menjelaskan, berdasarkan keterangan awal dari terduga, perusahaan itu merupakan biro jasa untuk penyaluran tenaga kerja outsourcing. Namun, pihaknya masih menunggu verifikasi resmi dari sistem Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi dan Hilirisasi. “Kalau untuk bidangnya sih, berdasarkan keterangan-keterangan terduga, itu adalah biro jasa untuk outsourcing. Nah, tapi kan kita menunggu hasil resmi dari OSS-nya, seperti itu,” ujar Seala di Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).
Seala memastikan bahwa kasus ini berbeda dengan perkara serupa yang pernah terjadi di wilayah Pasar Minggu. Ia menambahkan, pihaknya telah bersurat kepada OSS dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk meminta data perusahaan yang bersangkutan. “Karena kan yang ya sekarang kan sekarang kan one gate system kan, satu pintu melalui OSS itu kan, One Single Submission. Jadi kami bersurat ke OSS, ke Kemenkum ya, Kemenkum untuk meminta data-data perusahaan tersebut. Yang Pasar Minggu beda,” jelasnya.
Hingga kini, polisi mencatat ada dua orang yang telah melaporkan diri sebagai korban. Para korban diminta untuk membayar uang sebesar Rp1,6 juta sebelum diizinkan meninggalkan kantor. “Untuk korbannya saat saat ini sejauh ini sudah ada dua. Tapi baru satu yang datang untuk diperiksa. Nanti keterangan lebih lanjut pasti kami sampaikan. Mintanya itu Rp1,6 juta. Jika tidak diberikan uang Rp1,6 juta tidak boleh keluar dari kantor tersebut,” ungkap Seala.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera melakukan pengecekan ke lokasi perusahaan. Saat ini, kantor tersebut dilaporkan sudah tidak beroperasi. “Iya. Jadi semenjak viral, kami langsung mendatangi kantor tersebut, nah langsung saat ini kantor tutup. Bisa dicek langsung ke Bungur, kan dekat,” pungkasnya.