Le Minerale Raih Penghargaan Konservasi Air Berkat Program “Ekonomi Hijau”

JAKARTA – Le Minerale menerima “Anugerah Ekonomi Hijau untuk Konservasi Sumber Daya Air dari Hulu ke Hilir”. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air melalui pendekatan terintegrasi yang didukung metodologi ilmiah serta konservasi ekosistem dan infrastruktur pendukung.

Dalam upaya konservasi sumber daya air, Le Minerale telah mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan. Hingga akhir tahun 2025, perusahaan berhasil menanam 244.268 pohon yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Upaya ini dilengkapi dengan pembangunan 22 sumur imbuhan dan 341 sumur resapan, serta sejumlah kolam resapan. Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah dan menjaga keseimbangan sistem sumber daya air dalam jangka panjang.

Managing Director Mayora Beverages, Riko Sistanto, menyatakan bahwa angka-angka tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan sumber daya air. “Menjaga keberlanjutan sumber daya air merupakan bagian dari komitmen kami. Karena itu, kami terus menjalankan berbagai upaya konservasi secara terintegrasi. Hingga akhir 2025, Le Minerale telah menanam 244.268 pohon di berbagai wilayah serta membangun 341 sumur resapan untuk mendukung konservasi dan menjaga keseimbangan sumber daya air dalam jangka panjang,” ujar Riko dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (3/9/2026).

Program penanaman pohon ini tidak hanya berfokus pada jumlah yang ditanam, tetapi juga mencakup pengamatan pertumbuhan berkala dan pelaporan yang transparan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan manfaat program penanaman bagi keseimbangan sumber daya air di masa depan.

Seluruh pencapaian tersebut merupakan implementasi dari ‘smart recharge’, sebuah metode konservasi modern yang menggunakan metodologi ilmiah untuk menentukan zona dan infrastruktur yang tepat. Pendekatan ini mengintegrasikan konservasi vegetasi dengan berbagai infrastruktur recharge guna mengoptimalkan proses infiltrasi air ke dalam tanah.

Riko menekankan bahwa pencapaian angka bukanlah tolok ukur akhir dari komitmen perusahaan. Baginya, keberlanjutan manfaat dari setiap upaya konservasi jauh lebih penting. “Bagi kami, keberhasilan konservasi bukan hanya tentang apa yang dilakukan hari ini, tetapi tentang bagaimana upaya tersebut dapat terus memberikan manfaat dalam menjaga keseimbangan sumber daya air. Karena itu, kami terus memperkuat konservasi melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan,” ucapnya.

Le Minerale menjalankan seluruh upaya ini sebagai bagian dari pendekatan konservasi yang terintegrasi, mulai dari perlindungan kawasan resapan hingga penguatan infrastruktur recharge. Pendekatan ini disusun berdasarkan metodologi ilmiah untuk memastikan setiap langkah konservasi memberikan dampak nyata dan terukur bagi keseimbangan sumber daya air di masa mendatang.

Tinggalkan komentar