Korban Pemerkosaan di Kendari Puji Kecepatan Polisi Tangkap Mantan Suami

KENDARI – Seorang wanita berinisial I (44) di Kendari, Sulawesi Tenggara, menyatakan apresiasinya terhadap kecepatan aparat kepolisian dalam menangkap pelaku kekerasan seksual yang juga merupakan mantan suaminya. Korban juga secara tegas membantah narasi yang beredar mengenai adanya intimidasi yang dialaminya saat difasilitasi untuk bertemu dengan pelaku.

Pertemuan antara korban dan mantan suaminya tersebut diakui oleh korban memang terjadi. Namun, tujuan pertemuan itu bukan seperti yang digambarkan, melainkan untuk melakukan pengecekan terhadap sejumlah barang yang diduga telah dirampok oleh mantan suaminya. “Saya tidak merasa diintimidasi, saya dipanggil cek-cek barang, apakah sudah cocok itu barangnya, saya bilang cocok,” ujar korban.

Ia kembali menegaskan bahwa informasi mengenai intimidasi oleh polisi saat pertemuan tersebut tidak benar. Sebaliknya, korban justru berterima kasih atas tindakan cepat polisi dalam meringkus pelaku. “Untuk polisi terutama tim buser saya ucapkan terima kasih karena mereka juga cepat menangkap pelaku, saya tidak dibentak cuma karena waktu itu saya terharu karena saya ingat anak-anak saya,” ungkapnya.

Peristiwa kekerasan seksual yang disertai dengan aksi pencurian ini terjadi di kediaman korban yang beralamat di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, pada Senin (14/9) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Saat kejadian berlangsung, korban sedang tertidur lelap di dalam kamarnya.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau menjelaskan kronologi kejadian. “Awalnya korban saat itu sedang tertidur di dalam kamar, kemudian terbangun dan merasa seperti ada orang,” kata Welliwanto dalam keterangannya, Sabtu (19/9).

Menurut Welliwanto, pelaku yang masuk ke kamar korban langsung membekap mulut korban dengan tangan. Setelah itu, pelaku mengikat kedua tangan korban ke belakang menggunakan lakban dan juga menutup mulut serta mata korban dengan lakban. Usai membekap dan mengikat korban, pelaku kemudian menggeledah kamar dan mengambil dua cincin emas serta beberapa jam tangan milik korban.

Tinggalkan komentar