JAKARTA – Pemerintah terus berupaya memperkuat industri olahraga nasional sebagai sektor produktif yang memberikan nilai tambah, baik dalam pencapaian prestasi maupun kontribusi terhadap perekonomian. Penguatan tata kelola dan ekosistem olahraga menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Hal ini mengemuka dalam acara pelantikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, sebagai Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Komunikasi Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia di Kantor Pusat KONI. Dalam kesempatan tersebut, ditekankan pentingnya penguatan organisasi dan pembinaan olahraga kickboxing di Indonesia. Sinergi antara pengembangan olahraga, pembangunan sumber daya manusia, dan optimalisasi potensi ekonomi daerah menjadi fokus utama.
“Olahraga memiliki dimensi yang lebih luas, di dalamnya terdapat pembentukan karakter, pengembangan talenta, penciptaan aktivitas ekonomi, serta potensi untuk mengangkat nama dan keunggulan daerah. Karena itu, pengembangan ekosistem olahraga perlu dilakukan secara terintegrasi,” ujar Haryo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9/2026).
Kickboxing sendiri merupakan cabang olahraga yang menunjukkan perkembangan pesat di Indonesia, dengan potensi ekonomi yang signifikan. Kontingen Indonesia berhasil meraih satu medali emas, satu perak, dan empat perunggu pada SEA Games 2025 di Thailand. Selain itu, Kejuaraan Nasional Senior dan Kejuaraan Terbuka Junior Kickboxing 2025 diikuti lebih dari 250 atlet dari 19 provinsi.
Perkembangan ini, menurut Haryo, mengindikasikan basis pembinaan kickboxing yang semakin luas di berbagai daerah. Hal tersebut berpotensi mendorong aktivitas ekonomi melalui penyelenggaraan kompetisi dan kegiatan olahraga yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, perlengkapan olahraga, jasa penyelenggaraan kegiatan, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah.
Penguatan ekosistem ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pengembangan industri olahraga sebagai sektor yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi. Industri olahraga mencakup tidak hanya penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga aktivitas pendukung seperti perlengkapan, sponsorship, penyiaran, dan kegiatan komersial lainnya.
Dari perspektif pembangunan daerah, penyelenggaraan kegiatan olahraga dapat menjadi instrumen efektif untuk memperkenalkan potensi wilayah dan mendorong pergerakan ekonomi lokal. “Ke depan, kita perlu melihat bagaimana olahraga dapat tumbuh bersama dengan ekosistem ekonomi di daerah. Event olahraga dapat menjadi ruang bagi atlet untuk berprestasi, masyarakat untuk berpartisipasi, dan pelaku usaha daerah untuk berkembang. Dengan kolaborasi yang baik, olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambah Haryo.
Selain aspek ekonomi, pengembangan olahraga memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, disiplin, dan berdaya saing. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan prestasi olahraga menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional, termasuk melalui pengembangan sentra pembinaan olahraga prestasi di daerah.
Ketua Umum Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia, Ngatino, menyatakan bahwa fokus organisasi saat ini adalah pengembangan ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan. Upaya ini meliputi penguatan organisasi, peningkatan kualitas pelatih dan atlet, penyediaan sarana prasarana, serta pengembangan kompetisi untuk memberi ruang bagi talenta muda berkembang.
Pembinaan olahraga membutuhkan proses konsisten dan kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah, organisasi olahraga, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Tujuannya adalah membangun ekosistem yang menghasilkan prestasi sekaligus manfaat sosial dan ekonomi.
“Ke depan, rencananya awal November nanti ada kejurnas, dan di kejurnas itu ada gala night yang menyiapkan 10 atlet terbaik. Selanjutnya, pada 2027, kita sudah siapkan untuk yang pro dan memulai mencari 10 lagi yang akan disiapkan untuk menjadi atlet profesional, karena itu adalah poin penting untuk memilih wakil Indonesia di internasional,” tutup Ngatino.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.