Banjarmasin – Ahmad Saudi, salah satu korban yang selamat dari insiden hilangnya kontak Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, membagikan kesaksiannya mengenai momen-momen mencekam saat kapal mulai miring.
Dievakuasi menggunakan MV Haida dan tiba di Banjarmasin, Ahmad menceritakan bahwa ia terbangun dari tidurnya karena kepanikan penumpang yang berlarian. Ia awalnya tidak menyadari apa yang terjadi hingga menyadari kapal dalam kondisi miring.
“Kalau kejadiannya ya singkat aja. Waktu saya tidur kan, saya kan tidur di kursi, di sofa. Jadi saya tidur itu ada orang lari. Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan,” ungkap Ahmad.
Dalam situasi panik, Ahmad segera mencari pegangan pada jendela dan berusaha naik ke bagian atas kapal saat kapal terus miring. Ia bertahan hingga perahu karet penyelamat datang.
“Langsung saya lari ke bawah, terus saya ke jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring. Abis miring, saya naik ke atas, nunggu sampai kapal tenggelam. Baru ada kapal karet itu keluar, baru saya loncat,” jelasnya.
Ahmad menduga banyak penumpang yang berada di dalam kamar kelas ekonomi tidak berhasil selamat karena kemiringan kapal yang terjadi begitu cepat tanpa adanya peringatan.
“Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda. Yang keluar ini kan sopir-sopir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar,” tuturnya.