Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mendesak agar operasi pencarian dan pertolongan korban Kapal Virgo Transport 8 terus dilanjutkan. Permintaan ini datang langsung dari keluarga korban yang menghubungi DPR.
Dalam rapat bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026), Lasarus menyampaikan aspirasi keluarga korban. “Korban banyak menghubungi kami, Pak, di sini. Minta supaya operasi ini jangan dihentikan sampai dipastikan, kan kapal udah ketemu nih posisinya,” ujar Lasarus.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Basarnas Marsadya TNI Mohammad Syafii menjelaskan kondisi terkini bangkai Kapal Virgo. Sebagian kapal dilaporkan sudah menyentuh dasar laut, meskipun sebagian lainnya masih terlihat di permukaan.
“Jadi untuk kapal sebagian sudah benar-benar sudah menyentuh di dasar, Bapak,” kata Syafii. Ia menambahkan bahwa visual dari atas masih dapat melihat kapal tersebut. Lasarus kemudian menanyakan kemungkinan adanya ruang berisi udara di dalam kapal.
Syafii mengonfirmasi bahwa masih ada kemungkinan ruang berisi udara di dalam kapal. “Kemungkinan masih ada, dengan kami melihat secara visual pada saat ada pemecahan masih ada kadang-kadang ada pressure yang keluar, juga ada pressure yang ketarik. Itu yang kami lihat,” jelasnya.
Politikus PDI Perjuangan ini menekankan pentingnya melanjutkan operasi pencarian hingga tidak ada lagi jasad korban yang tertinggal di dalam kapal. “Kita berharap, Pak, operasi ini diteruskan. Itu permintaan keluarga korban kepada kami di DPR karena kami membidangi ini, sampai betul-betul dipastikan sudah tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam kapal itu, ya,” tegasnya.
Lasarus juga menyatakan kesiapan Komisi V DPR untuk membahas kebutuhan anggaran jika pemerintah menyatakan tidak memiliki dana untuk melanjutkan operasi. “Nanti soal bagaimana biaya dan seterusnya nanti kita diskusikan, Pak, Kepala Basarnas. Ada yang kita bicarakan di sini juga kita kan sering telepon-teleponan juga. Kita carikan cara apakah kami nanti akan melakukan rapat dengan pimpinan komisi dan pimpinan DPR terkait biaya operasi kalau memang pemerintah mengatakan sudah tidak biaya lagi kita akan bicarakan, Pak, untuk kebutuhan biaya ini supaya memastikan,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa harapan terbesar keluarga korban saat ini adalah menemukan jasad anggota keluarga mereka, meskipun tidak dalam kondisi selamat. “Keluarga korban ini sekarang harapannya ada pada kalaupun tidak selamat, mereka bisa menemukan jasad keluarganya. Itu disampaikan kepada kami, Pak,” tuturnya.
“Kami berharap operasi ini jangan dihentikan sebelum dipastikan di lambung kapal itu sudah tidak ada lagi korban yang terjebak di sana,” pungkasnya.