Tim penyelam menemukan jasad di Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Penemuan ini menjadikan bangkai kapal tersebut sebagai fokus utama operasi pencarian korban yang masih hilang.
“Fokus utama diarahkan pada pemetaan, penetrasi, dan pemeriksaan kompartemen bagian dalam kapal, sementara pencarian permukaan dan udara tetap dilaksanakan berdasarkan pola hanyutan,” ujar Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas atas nama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam keterangan yang diterima, Rabu (23/9/2026).
Operasi bawah air melibatkan 34 penyelam profesional, termasuk 22 penyelam dari TNI Angkatan Laut, serta dukungan robot bawah air. Kendala yang dihadapi antara lain arus bawah laut yang kuat, jarak pandang terbatas, posisi bangkai kapal yang terbalik di kedalaman sekitar 30 meter, serta kerumitan ruang di dalam kapal.
“Penemuan korban dari bagian dalam kapal menunjukkan bahwa bangkai KMP Virgo Transport 8 menjadi sektor prioritas pencarian, sehingga efektivitas operasi selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan pemetaan dan penetrasi kompartemen secara aman,” jelas Nas.
Mengingat masih banyaknya korban yang belum ditemukan, operasi pencarian akan terus dilaksanakan secara simultan melalui penyelaman, penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV), operasi salvage, penyisiran permukaan laut, dan dukungan udara. “Karena kemungkinan keberadaan korban tidak hanya berada di dalam kapal tetapi juga telah terbawa pola hanyutan,” tambah Nas.
Nas juga menambahkan, “Penguatan penyelam TNI AL dan unsur bawah air meningkatkan kemampuan pencarian, namun arus, visibilitas rendah, kedalaman, dan konfigurasi bangkai terbalik tetap menjadi faktor risiko utama yang dapat memperlambat penetrasi serta membahayakan personel.”
Hingga saat ini, Basarnas mencatat total 128 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 20 orang meninggal dunia. Sementara itu, 115 orang lainnya masih dalam proses pencarian dari total manifes yang berjumlah 243 orang.