Bireuen – Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, telah kembali beroperasi penuh untuk lalu lintas umum sejak Minggu (20/9). Beroperasinya jembatan permanen ini secara resmi memulihkan konektivitas jalan nasional Banda Aceh-Medan, yang sangat krusial untuk kelancaran distribusi logistik.
Sebelumnya, kendaraan harus menggunakan sistem buka-tutup saat melintasi jembatan Bailey yang bersifat sementara. Kini, dengan dua lajur pada jembatan baru, kendaraan dapat melintas secara leluasa, diharapkan mampu mempercepat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat dan menggairahkan kembali pengiriman hasil pertanian serta komoditas ekonomi dari dan ke kawasan Bireuen.
Bupati Bireuen Mukhlis menyatakan bahwa beroperasinya jembatan ini merupakan pilar penting bagi pemulihan infrastruktur wilayahnya, terutama setelah kawasan tersebut dilanda bencana hidrometeorologi dahsyat pada November 2025. “Dengan dibukanya Jembatan Krueng Tingkeum ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh yang sangat terdampak akibat bencana,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).
Jembatan Krueng Tingkeum sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir pada 26 November 2025, melumpuhkan salah satu koridor utama di lintas timur Aceh. Pemerintah kemudian memasang jembatan darurat Bailey pada 27 Desember 2025 untuk menjaga konektivitas, meskipun akses sementara ini sering memicu antrean panjang.
Jembatan permanen yang kini telah berdiri memiliki panjang bentang 149,7 meter dengan struktur utama menggunakan kerangka baja girder berkualitas tinggi. Pengerjaan ini dieksekusi oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh sebagai agenda penanganan permanen infrastruktur strategis pascabencana wilayah Sumatera. “Untuk memulihkan kembali jalur logistik, kita bangun Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang ini. Secara teknis, desain dan konstruksinya sudah dijaga rekan-rekan BPJN Aceh terkait mutu dan sudah diuji beban,” kata Gatot, perwakilan dari pihak pelaksana.
Pasca pengalihan lalu lintas ke jembatan baru, pemerintah akan melanjutkan perbaikan struktur jembatan lama untuk memperkuat kapasitas dan keandalan jalur nasional lintas provinsi dalam jangka panjang. Pemerintah Aceh mengapresiasi kolaborasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Kementerian PU, TNI, dan Polri yang sukses menjaga konektivitas hingga jembatan permanen rampung. Mukhlis juga memuji dukungan pemerintah pusat yang membantu menambal keterbatasan anggaran kabupaten dalam penanganan dampak pascabencana.
Beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum menandai peralihan dari fase penanganan sementara menuju pemulihan permanen daerah, yang diharapkan memperkuat arus perdagangan dan memacu kebangkitan ekonomi wilayah terdampak.