Identitas Mayat di Mukomuko Terungkap, Bukan Korban Hilangnya Jurnalis di Krakatau

Polda Banten mengonfirmasi bahwa penemuan mayat di Pantai Mukomuko, Bengkulu, adalah korban dugaan pembunuhan. Jenazah tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Bengkulu. Polres Mukomuko juga telah mengidentifikasi mayat tersebut sebagai korban pembunuhan.

“Untuk yang ada di Mukomuko, temuan jenazah mayat laki-laki, kami sudah langsung menghubungi Kapolres Mukomuko, Polda Bengkulu. Bahwa itu identitasnya ada, itu sepertinya anak umur belasan tahun, sudah diakui oleh keluarganya, dan itu adalah korban pembunuhan,” ucap Maruli, Kamis (24/9/2026).

Maruli menambahkan, karena identitas dan status korban sudah jelas sebagai korban pembunuhan, maka jenazah tersebut bukanlah bagian dari tujuh orang rombongan kapal jurnalis yang masih hilang. “Datanya ada, keluarganya mengakui ada, itu korban pembunuhan. Sudah proses penyelidikan,” ujarnya.

Polda Banten akan terus menindaklanjuti setiap temuan yang diduga berkaitan dengan kasus hilangnya kapal jurnalis di Anak Krakatau. “Jadi, apabila kita menemukan jenazah atau mayat di suatu tempat, gitu, yang jauh dari pemukiman, yang pertama kita lakukan adalah olah TKP. Yang kedua, kita akan mencari identitas korban. Itu dulu yang paling utama,” jelas Maruli.

Sebelumnya diberitakan, dari delapan orang yang dinyatakan hilang di Gunung Anak Krakatau, satu orang telah ditemukan dan teridentifikasi, yaitu Surakman selaku ABK kapal. Tujuh korban lain dan kapal Arupadhatu 1 yang digunakan masih dalam pencarian.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu sebelumnya telah mengevakuasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di pesisir pantai Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. “Memang benar ada penemuan mayat tanpa identitas di pesisir pantai di Kabupaten Mukomuko dan saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Mukomuko,” kata Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik dilansir Antara, Kamis (24/9/2026).

Evakuasi tersebut dilakukan setelah Basarnas menerima laporan dari masyarakat pada Kamis (24/9) pukul 08.20 WIB. Tim yang terlibat dalam proses evakuasi meliputi tim rescue dari Pos SAR Mukomuko, TNI, kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah, dan masyarakat setempat.

Tinggalkan komentar