Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-66 yang diselenggarakan di Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Peringatan ini mengusung tema ‘Bersatu, Bergerak, Berdampak’ sebagai peneguhan semangat pengabdian organisasi kepada masyarakat.
Acara yang digelar hari ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Nasional Karang Taruna dan sejumlah pejabat pemerintah. Di antaranya, Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono, Ketua Harian PNKT Sabam Rajagukguk, dan Sekretaris Jenderal PNKT Abdul Malik Haramain. Turut hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta Direktur Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI Andrianus Alla.
Peringatan Harlah ke-66 juga diikuti oleh Pengurus Provinsi Karang Taruna dari berbagai daerah melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal media sosial resmi PNKT. Ketua Umum PNKT menyapa langsung pengurus provinsi dan mendengarkan laporan kerja Karang Taruna di berbagai daerah.
Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono menjelaskan bahwa pelaksanaan Harlah di SKKT Kebon Baru memiliki makna sejarah karena Karang Taruna lahir dari kepedulian dan gotong royong masyarakat. “Karang Taruna lahir dari bawah, dari kepedulian dan gotong royong masyarakat. Karena itu, pengurus di semua tingkatan harus tetap dekat dengan akar rumput,” ujar Budisatrio dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga mendorong penguatan dokumentasi sejarah Karang Taruna serta apresiasi kepada pengurus di daerah yang telah lama mengabdikan diri. “Tolong carikan para pengurus, para pemimpin Karang Taruna di daerah-daerah, di desa-desa, yang patut kita apresiasi jasa-jasanya,” katanya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berharap Karang Taruna dapat berkolaborasi dalam pengembangan talenta nasional. “Saya harapkan kita, Karang Taruna dan Menpora, punya program management talenta nasional arahan dari Bapak Presiden, bekerja sama untuk mencari bibit unggul pemuda-pemudi di bidang olahraga,” ujar Erick.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berharap Karang Taruna menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem kepemudaan. “Saya berharap Karang Taruna jadi mitra strategis menciptakan ekosistem pemuda yang berdaya, dengan semangat bersatu, bergerak, berdampak,” tuturnya.
Sinergi ini dinilai perlu diperluas tidak hanya dengan Kementerian Sosial, tetapi juga dengan kementerian dan lembaga lainnya.
Laporan Karang Taruna Daerah
Dalam sesi interaktif, Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah Candra melaporkan kerja nyata di tengah berbagai persoalan dan bencana di daerahnya. “Kami di Kalimantan Tengah membuka posko oksigen di dua desa yang buka 24 jam. Semua pengurus Karang Taruna kabupaten di Kalimantan Tengah berdampak,” ujar Candra.
Ketua Karang Taruna Provinsi Jambi Rocky Candra menyampaikan keterlibatan Karang Taruna dalam membantu pemerintah dan Satgas menangani karhutla di lapangan. “Kami dari Karang Taruna Provinsi Jambi mulai bergerak membantu pemerintah dan juga Satgas di lapangan dalam bencana karhutla,” ujarnya.
Ketua Karang Taruna Provinsi NTT Andre Otta melaporkan kondisi gempa susulan serta pemanfaatan bantuan 10 tenda dari PNKT untuk fasilitas kesehatan dan kebutuhan umum. “Sampai hari ini masih terjadi gempa susulan. Bantuan 10 tenda dari PNKT sudah dijalankan untuk kebutuhan puskesmas dan kebutuhan umum,” ujar Andre.
Budisatrio mengapresiasi laporan dari Lampung, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan yang menunjukkan Karang Taruna terus bergerak membantu masyarakat, mulai dari penanganan dampak abu vulkanik, kekeringan, kebutuhan air bersih, ISPA, hingga dampak karhutla tanpa menunggu arahan pusat. “Banyak kader-kader Karang Taruna yang kerja duluan sebelum ada dukungan, sebelum ada instruksi, sebelum ada arahan dari pusat,” ujarnya.
Manfaat Langsung Bagi Masyarakat
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-66 Karang Taruna tahun 2026, disalurkan 2.000 paket sembako kepada warga yang membutuhkan, khususnya masyarakat dalam kelompok desil 1 sampai desil 4. Selain itu, disediakan akses cek kesehatan gratis sebagai bentuk pengabdian.
Penyerahan simbolis paket sembako dilanjutkan dengan kegiatan Ketua Umum PNKT bersama jajaran dan para undangan menyapa warga serta meninjau langsung layanan kesehatan gratis dan kegiatan bagi masyarakat. “Budaya menyapa, budaya membantu, adalah budaya Indonesia. Kita saling mendengar dan saling membantu,” ujar Budisatrio.
Budisatrio menegaskan, semangat pengabdian harus terus dijaga meskipun terdapat keterbatasan. “Kita masih banyak kekurangan, keterbatasan, tapi jangan sampai semangat kita mau membantu itu patah karena kita masih banyak keterbatasan,” katanya.
Harlah ke-66 Karang Taruna menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Semangat ini diharapkan terus terjaga melalui kolaborasi dan gerakan nyata Karang Taruna di berbagai daerah.