Gunung Semeru Luncurkan 22 Letusan dalam 6 Jam, Status Siaga Dipertahankan

JAKARTA – Gunung Semeru yang berlokasi di Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Hingga saat ini, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada dalam status Siaga (Level III).

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatat setidaknya 22 kali letusan terjadi dalam periode enam jam, tepatnya antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pada 20 September 2026. Aktivitas ini teramati secara visual sebanyak 15 kali letusan dengan tinggi kolom abu mencapai 200 hingga 800 meter yang mengarah ke timur. Beberapa letusan juga dilaporkan disertai suara gemuruh yang terdengar dari kawah aktif.

Selain letusan utama, catatan aktivitas vulkanik Semeru dalam periode yang sama juga meliputi 13 kali guguran, 15 kali hembusan, dan 16 kali tremor harmonik. “Letusan terjadi 22 kali selama enam jam. Status masih siaga,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Agastaya Rajendra dalam laporan tertulisnya.

Mengingat tingginya aktivitas vulkanik yang terus berlangsung, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan, dengan jarak hingga 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Imbauan serupa juga berlaku bagi masyarakat yang berada di luar radius 13 kilometer tersebut, yakni untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya seperti awan panas guguran (APG), guguran lava, serta lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Tinggalkan komentar