JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih pengakuan global atas peningkatan kualitas layanan pelanggan di bandara. Airports Council International (ACI) menetapkan empat bandara kelolaan InJourney Airports telah mencapai Level 4 dalam program Airport Customer Experience Accreditation.
Program Airport Customer Experience Accreditation merupakan inisiatif dari ACI yang bertujuan untuk menilai dan mendorong pengelolaan pengalaman pelanggan di bandara secara komprehensif dan berkelanjutan. Akreditasi ini terbagi dalam lima tingkatan yang menggambarkan kematangan bandara dalam mengembangkan strategi, memahami kebutuhan pengguna jasa, mengukur pengalaman, hingga meningkatkan kualitas layanan serta melibatkan seluruh elemen bandara.
Keempat bandara yang berhasil mencapai Level 4 pada tahun ini meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan. Pencapaian ini mengindikasikan penerapan manajemen pengalaman pelanggan yang semakin terintegrasi di bandara-bandara tersebut, di mana pengelolaan tersebut telah menjadi bagian integral dari operasional harian.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyatakan bahwa pencapaian ini menegaskan bahwa industri penerbangan nasional, khususnya sektor kebandarudaraan, mampu terus meningkatkan standar pelayanan dan bersaing di kancah global. “InJourney Airports menjalankan program transformasi untuk menjadikan bandara sebagai wajah dan kebanggaan Indonesia. Transformasi tersebut kami jalankan melalui tiga pilar utama, yaitu Premises, Process, dan People, yang secara bersama-sama diarahkan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pengguna jasa bandara,” ujar Pahlevi dalam keterangan resminya.
Pahlevi menambahkan bahwa dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, transformasi ini telah berhasil membawa empat bandara mencapai Level 4 dalam akreditasi ACI. “Pencapaian ini bukanlah akhir, tetapi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan standar customer experience secara konsisten di seluruh bandara InJourney Airports,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pilar Premises dalam transformasi ini berfokus pada peningkatan infrastruktur dan fasilitas bandara yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Pilar Process bertujuan untuk menyempurnakan alur dan pengelolaan perjalanan penumpang melalui kolaborasi ekosistem bandara. Sementara itu, pilar People berupaya memperkuat budaya pelayanan dan kapabilitas seluruh insan bandara agar mampu memberikan layanan berstandar internasional. Ketiga pilar ini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi sebagai pendukung utama peningkatan kualitas dan konsistensi layanan.
Selain empat bandara yang meraih Level 4, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang juga mencatatkan sejarah baru dengan memperoleh Level 1 dalam program serupa untuk pertama kalinya. Sementara itu, Bandara Internasional Yogyakarta memperbarui akreditasinya pada Level 2. Beberapa bandara lain seperti Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar berhasil memperbarui akreditasi mereka pada Level 3.
Director General ACI World, Justin Erbacci, melalui surat resminya kepada InJourney Airports, mengapresiasi kinerja bandara-bandara tersebut. Ia menyampaikan bahwa melalui proses peninjauan dan verifikasi, bandara-bandara InJourney Airports telah menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan pengalaman pelanggan yang selaras dengan standar industri dan praktik terbaik yang direkomendasikan ACI. “Pencapaian ini menunjukkan komitmen PT Angkasa Pura Indonesia terhadap peningkatan berkelanjutan dalam customer experience dan pelayanan,” ujar Justin.
Penghargaan ini semakin memperkuat komitmen InJourney Airports untuk terus meningkatkan kematangan pengelolaan pengalaman pelanggan secara konsisten di seluruh jaringan bandara. Transformasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan fisik fasilitas, tetapi juga merambah pada perbaikan proses pelayanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengalaman pelanggan secara menyeluruh.