JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap kecelakaan yang menimpa KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut terbalik di perairan Laut Jawa. Cucun menekankan bahwa kapal yang tidak mengikuti standard operating procedure (SOP) seharusnya tidak diizinkan beroperasi.
Cucun menyatakan bahwa pengawasan terhadap kelayakan kapal merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang dijalankan oleh DPR. Ia menambahkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah berulang kali diminta untuk memastikan bahwa proses penelitian dan penilaian kelayakan kapal dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ini menjadi satu bagian pengawasan kami di DPR. Kementerian Perhubungan sudah terus-menerus sama Komisi V disampaikan bahwa proses penelitian atau layak atau tidaknya kapal ini untuk berlabuh itu selalu menjadi catatan perhatian kami di DPR, ya bagaimana SOP, bagaimana juga standar-standar yang sudah dilakukan oleh Kemenhub ini betul-betul evaluasinya, pengawasannya,” ujar Cucun di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Ia melanjutkan, “Jangan sampai ada kapal bisa berjalan tanpa SOP yang sudah ditetapkan oleh Kemenhub.”
Lebih lanjut, Cucun menyoroti beberapa aspek krusial yang perlu diperiksa dalam evaluasi kasus tenggelamnya KM Virgo. Aspek-aspek tersebut meliputi manifes penumpang dan muatan, kelayakan kapal untuk mengangkut, serta jumlah atau kapasitas muatan yang dibawa.
“Makanya ini penting baik dari mulai manifes, ya, kemudian juga kelayakan di sisi angkutnya, quantity-nya, ini yang perlu menjadi perhatian,” tuturnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan bahwa investigasi mendalam terhadap insiden KM Virgo akan menjadi catatan penting yang akan dibahas dalam rapat Komisi V DPR. Pembahasan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari evaluasi bersama antara DPR dan pemerintah.
“Makanya investigasi menyeluruh ini menjadi catatan penting nanti akan dibahas juga di Komisi V di DPR, menjadi bagian evaluasi bersama antara DPR dan pemerintah tentang kapal Virgo ini ya,” jelasnya.
Sebagai informasi, KM Virgo Transport 8 dilaporkan membawa 243 orang saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Kapal tersebut kemudian hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.I.T.a. Dari total penumpang, sebanyak 114 korban telah ditemukan, dengan 108 dalam kondisi selamat dan enam meninggal dunia. Hingga kini, 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.