Desain Keliru, Bendungan St Francis Runtuh Tewaskan Ratusan Orang

Runtuhnya Bendungan St Francis pada tahun 1928 tercatat sebagai salah satu kecelakaan konstruksi terburuk di Amerika Serikat pada abad ke-20. Bencana ini terjadi akibat kesalahan fatal dalam desain bendungan yang menyebabkan ratusan nyawa melayang.

Bendungan yang berlokasi di San Francisquito Canyon, sekitar 80 kilometer barat laut Los Angeles, ini dirancang sebagai tipe busur-gravitasi beton. Pembangunan bendungan ini bertujuan untuk menopang pasokan air bagi kota. Namun, tragedi terjadi tak lama setelah waduk mencapai kapasitas penuh untuk pertama kalinya pada 12 Maret 1928.

Pembangunan awal bendungan menggunakan rancangan busur-gravitasi beton masif. Selama proses konstruksi, tinggi bendungan ditambah sekitar 6 meter hingga mencapai 62 meter, tanpa disertai pelebaran pada bagian alasnya. Seiring pengisian waduk, retakan-retakan vertikal mulai muncul di permukaan beton sisi hilir bendungan.

Ketika air waduk mencapai level maksimum atau level pelimpah, kebocoran air mulai terpantau dan debitnya semakin membesar. Pada 12 Maret 1928, penjaga bendungan melaporkan adanya kebocoran air keruh dengan debit sekitar 75 liter per detik. Meskipun seorang insinyur dan asistennya datang untuk memeriksa, mereka menyimpulkan bahwa kebocoran tersebut hanya berasal dari erosi permukaan dan belum dianggap berbahaya.

Namun, prediksi tersebut salah. Hanya dua menit sebelum tengah malam, Bendungan St Francis runtuh secara total. Sekitar 47 juta meter kubik air meluap melintasi lembah, menciptakan gelombang banjir setinggi 40 meter dengan kecepatan hampir 30 kilometer per jam. Gelombang dahsyat ini menghancurkan kota kecil Castaic.

Banjir bandang tersebut menewaskan sedikitnya 432 orang. Mayoritas korban adalah warga yang tinggal di permukiman terisolasi dan area pertanian di sepanjang Santa Clara Valley, yang tidak sempat mendapatkan peringatan atau evakuasi.

Penyebab Runtuhnya Bendungan

Runtuhnya Bendungan St Francis disebabkan oleh kombinasi antara kondisi geologi lokasi yang sangat tidak layak dan kesalahan dalam desain teknik. Sekitar dua pertiga dari struktur bendungan berdiri di atas batuan yang memiliki bidang rekahan sejajar dengan arah gaya dorong air waduk. Lokasi ini juga berada di area bekas longsoran purba yang sangat rentan.

Selain itu, bendungan tersebut tidak dilengkapi dengan sumur pereda atau lubang drainase pada tumpuan sampingnya. Fungsi komponen ini adalah untuk mengalirkan tekanan air tanah. Akibatnya, tekanan air tanah yang menumpuk akhirnya membuat bangunan bendungan tidak kuat menahan beban dan runtuh.

Tinggalkan komentar