JAKARTA – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dilaporkan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan akan mengambil langkah setelah menerima laporan resmi mengenai kasus yang menjerat kadernya tersebut.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo menyampaikan bahwa partainya masih memantau perkembangan kasus ini. “Saya baca di berita media. Tapi pasti akan mengambil tindakan sambil menunggu laporan (lebih lanjut) kalau sudah seperti OTT seperti itu sih ya,” ujar Andreas di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Andreas menegaskan bahwa PDIP akan mengikuti proses hukum yang berjalan terkait kasus yang menjerat Sirajudin. “Iya (masih mantau kasusnya),” tuturnya.
Sebelumnya, OTT tersebut dilaporkan berlangsung pada Senin (21/9). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa sejumlah pihak yang diamankan dalam OTT tersebut dibawa ke beberapa lokasi berbeda. Bupati Sirajudin sendiri ditangkap di Jakarta.
“Di mana dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah total 14 orang, yakni 5 orang diamankan di Jakarta, salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Bolmut,” ungkap Budi kepada wartawan pada Senin (21/9).
Selain Bupati Sirajudin, total ada 13 orang lainnya yang turut diamankan. Rinciannya, empat orang ditangkap di Jakarta bersama Bupati, delapan orang di Boltara, dan satu orang di Gorontalo.
“Lima orang diamankan di Jakarta, salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Bolmut, salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Utara. Kemudian, delapan orang diamankan di wilayah Sulawesi Utaranya, di antaranya di Kabupaten Bolmut itu sendiri, dan satu orang lainnya diamankan di wilayah Gorontalo,” jelas Budi.