Ancaman Narkoba Tinggi di Kepri, BNN Pastikan Penegakan Hukum Tak Gentar

Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menyatakan bahwa wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menghadapi ancaman narkotika yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh statusnya sebagai wilayah perairan internasional yang kerap dimanfaatkan oleh para penyelundup untuk masuk ke Indonesia.

Meskipun mengakui tingginya ancaman tersebut, Suyudi menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak akan gentar. “Jadi walaupun ancaman memang diakui sangat tinggi karena wilayah Kepri ini adalah wilayah perairan internasional, tentunya para penyelundup ini berusaha untuk selalu masuk. Tapi kita tidak gentar dan kita tidak akan berhenti,” ujar Suyudi di Batam, Jumat (21/8/2026).

Suyudi menambahkan bahwa Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas, dengan Kepri yang memiliki banyak pulau dan garis pantai panjang, menjadi salah satu potensi pintu masuk barang berbahaya. “Indonesia kita dari ujung tanah Aceh sampai ke wilayah Lampung, dari wilayah Banten sampai ke Indonesia timur sana. Ya tentunya pintu-pintu tikus ini menjadi potensi masuknya barang-barang yang berbahaya atau merugikan masyarakat kita,” jelasnya.

Namun, pihaknya tidak berkecil hati dengan risiko geografis tersebut. Patroli dan penindakan terhadap peredaran narkotika akan terus ditingkatkan. “Tapi kita tidak kecil hati. Ini adalah wujud nyata bahwa kita tidak berhenti, kita terus melakukan patroli, kita melakukan pemantauan, monitoring melalui jaringan informasi, melalui stakeholder terkait, dan juga masyarakat yang selalu senantiasa memberikan dan mendukung kita,” ucapnya.

Selain pemantauan di darat dan wilayah perairan, BNN juga melakukan pengawasan di dunia siber. Kolaborasi dan berbagi informasi terus dilakukan dengan berbagai instansi, termasuk Bea Cukai, TNI, dan Polri, dengan memanfaatkan teknologi yang ada. “Dan kita tidak hanya melakukan pemantauan di wilayah saja atau di darat saja, tapi kita juga melakukan pemantauan di dunia siber. Kita juga dengan menggunakan alat teknologi yang ada, kita senantiasa selalu sharing informasi baik dengan BC (Bea Cukai), dengan rekan-rekan TNI, dengan Polri. Kita selalu sharing informasi,” tambah dia.

Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair

Upaya penegakan hukum membuahkan hasil signifikan ketika petugas gabungan dari BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menyergap kapal MV Ocean Porter di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepri pada Senin (17/8). Operasi gabungan ini didukung oleh Kapal Patroli BC 30005 dan BC 20011 Kanwilsus BC Kepri, serta unit K9 dari BC Batam.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat Kapal MV Ocean Porter diadang dan diperintahkan berhenti oleh Kapal Patroli Bea Cukai. Tim gabungan bersenjata lengkap kemudian menguasai kapal tersebut dan menemukan sejumlah kru di berbagai area kapal.

Pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal dilakukan setelah awak kapal berhasil diamankan. Dalam pengungkapan ini, 10 kru yang merupakan warga negara Myanmar berhasil diamankan. Petugas menemukan water tank berisi narkotika cair dengan total berat 2,6 ton. Selain itu, ratusan dus rokok ilegal asal China juga ditemukan di dalam kontainer kapal.

Leave a Comment