Zulhas Targetkan 40.000 Budidaya Ikan Tematik, Tekankan Ekosistem Berkelanjutan

JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Pangan tengah mempercepat implementasi program pengembangan Budidaya Ikan Darat Tematik berskala nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa percepatan program ini tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik kolam semata, melainkan harus membentuk ekosistem produksi yang berkelanjutan.

Pemerintah menetapkan target ambisius untuk menciptakan 40.000 lokasi budidaya baru hingga tahun 2029. “Akan dibangun juga budidaya tematik 40.000 lokasi,” ujar Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2026).

Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas, mengingatkan pentingnya ketersediaan lahan dan infrastruktur pendukung yang memadai. Ia menegaskan bahwa kepastian ekosistem dari hulu hingga hilir wajib dijamin agar hasil panen para peternak dapat terserap secara maksimal. “Jangan hanya membangun kolam. Harus dipastikan dari hulu sampai hilir, termasuk benih, pakan, pembiayaan, teknologi, dan pasarnya,” tegasnya.

Pada tahap awal pelaksanaannya di tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 2.073 lokasi percontohan. Sebaran wilayah tahap pertama ini difokuskan pada enam provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga dilaporkan telah berhasil membangun 100 unit kolam budidaya bioflok tematik yang tersebar merata di empat provinsi di Pulau Jawa.

Pengembangan program budidaya ikan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperluas basis produksi ikan secara nasional. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mencapai kemandirian pemenuhan protein masyarakat melalui kemudahan akses pangan bernutrisi. Langkah ini juga diyakini mampu membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah dengan memaksimalkan potensi lokal untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Tinggalkan komentar