Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju sebagai calon presiden pada pemilihan umum 2029. Pernyataan ini disampaikan sejalan dengan komitmen PAN yang telah lama menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, menjelaskan bahwa Zulhas dan seluruh kader PAN selalu berkomitmen mendukung Prabowo. “Sampai hari ini, seluruh kader PAN diminta menyukseskan program-program pemerintah. Terutama program yang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak,” ujar Saleh kepada wartawan pada Minggu (19/9/2026).
Saleh menambahkan, banyak kader PAN yang saat ini mengisi posisi di eksekutif dan legislatif. Oleh karena itu, fokus utama seluruh kader adalah bekerja keras untuk menyukseskan program-program pemerintah yang telah dicanangkan.
“Kalau yang tadi malam, kelihatannya itu cukup mudah dipahami. Bang Zulhas menilai apa yang dicapai dan diraih pemerintah saat ini adalah prestasi. Perlu dilanjutkan untuk menuntaskan apa yang sudah dirancang dan direncanakan,” jelas Saleh.
Ia juga mengungkapkan bahwa Zulhas terbiasa menyampaikan pandangan politiknya secara terbuka, terkadang dengan nada candaan, namun pesan yang disampaikan tetaplah serius. Dukungan terhadap pemerintahan Prabowo merupakan salah satu pesan serius tersebut.
“Dinamika politik di PAN itu jelas. Loyal dan setia. Tidak mudah berpindah ke lain hati. Kalau sudah nyaman, biasanya akan bertahan,” tutur Saleh. Ia menambahkan, “Yang penting, PAN berharap agar tagline ‘Gerak Cepat, Bantu Rakyat’ membumi di seluruh negeri. Karena itu, perlu kerja keras. Melibatkan banyak pihak, terutama pemerintah dan swasta yang terlibat langsung.”
Pernyataan Zulhas mengenai niatnya untuk tidak maju sebagai calon presiden disampaikan pada acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Jumat (18/9). Dalam kesempatan tersebut, Zulhas menyapa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan menyatakan kesepakatan mereka bahwa kursi presiden sebaiknya tetap dipegang oleh Prabowo Subianto.
“Pak Bahlil sama saya sepakat, presiden biar Pak Prabowo saja Pak ya. Cocok?” kata Zulhas saat itu.
Selanjutnya, Zulhas juga menyapa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang turut hadir. Zulhas menyebut bahwa dirinya, Bahlil, dan Cak Imin memiliki kesamaan sebagai pendukung cita-cita Prabowo Subianto.
“Pak Presiden, sebetulnya Gus Muhaimin, Pak Bahlil, kami sama Pak. Pendukung cita-cita Bapak Prabowo,” ujar Zulhas. Ia melanjutkan, “Cuma bedanya sedikit, Pak Bahlil sama saya mungkin nggak nyapres, kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir Pak.”