Denpasar – Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Damien John Shaw, pria berkebangsaan Australia, ditemukan tewas bersama kedua anaknya di Bali. Perubahan drastis dalam penampilannya sebelum kejadian tragis itu diungkap oleh seorang teman dekatnya di Australia.
Rekan Shaw yang tinggal di Bunbury, Tania Dagnall, mengaku kaget dan ngeri setelah mendengar kabar pria yang akrab disapa ‘Damo’ itu mengakhiri hidupnya sendiri dan membunuh kedua anaknya di rumah mereka di Legian, Kuta, Kabupaten Badung, pada Minggu (13/9/2026). Dagnall dan suaminya telah bersahabat dengan Shaw selama 11 tahun dan sempat bertemu dengannya di Bali sekitar tiga bulan lalu.
Dagnall menceritakan bahwa Shaw tampak sangat berbeda saat mereka bertemu. “Saya terkejut melihatnya. Penampilannya sangat berbeda saat dia menghampiri dan bergabung dengan kami untuk minum kopi. Dia bukan lagi sosok pria berbadan kekar yang biasa saya lihat,” ujarnya.
Meskipun demikian, Dagnall menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan mengerikan tersebut. “Jika dia benar-benar melakukan hal ini, tidak ada alasan yang dapat membenarkannya; sama sekali tidak ada alasan untuk itu, selamanya. Sungguh mengerikan,” tegasnya.
Shaw, yang berasal dari Perth, dilaporkan telah tinggal di Bali selama puluhan tahun. Ia disebut berpindah agama sekitar tujuh tahun lalu saat menikahi istrinya yang merupakan WNI. Teman-temannya menyebut Shaw telah berhenti mengonsumsi alkohol dan menjauhi narkoba setelah perubahan keyakinannya itu.
Sebelumnya, Shaw bekerja sebagai pelaut di industri minyak dan gas. Ia kemudian pensiun dari pekerjaan dengan sistem fly-in, fly-out untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Dagnall sempat mengira Shaw menjalani kehidupan yang ideal. “Sejujurnya, kami mengira dia menjalani kehidupan yang ideal: pensiun di tempat yang indah dan memiliki anak-anak,” katanya.
Shaw dilaporkan memiliki beberapa properti di Perth dan Jepang yang biasa digunakan sebagai tempat singgah saat bermain seluncur salju. Kendati kondisi keuangannya stabil, hubungan rumah tangga Shaw dan istrinya sempat mengalami ketegangan dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan pengakuan istri kepada polisi, keduanya hampir bercerai pada tahun 2022. Namun, perempuan WNI itu mengurungkan niatnya karena kecemasan tinggi yang diderita suaminya. Ia khawatir perceraian akan memicu kambuhnya penyakit kecemasan yang membuat Shaw mengancam untuk bunuh diri.
Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo D. Simatupang menjelaskan, “Dari keterangan istri bahwa mereka pernah cekcok tahun 2022 dan suaminya ini mempunyai rasa cemas yang tinggi.”
Sekitar sebulan sebelum kejadian, Shaw sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan mengikat lehernya menggunakan kabel setrika, namun percobaan tersebut gagal. Pasangan ini, yang telah menikah lebih dari enam tahun, kerap mengalami ketidakharmonisan rumah tangga, meskipun dalam beberapa waktu sebelum kejadian mereka tidak terlibat cekcok.
Shaw membunuh kedua anaknya, seorang putra berusia enam tahun dan seorang putri berusia empat tahun, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri.