Takengon – Upaya pemulihan dan penguatan pasokan air bersih bagi masyarakat Takengon dan wilayah sekitarnya terus dilakukan melalui pembangunan permanen Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Origon. Proyek yang berlokasi di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah ini diproyeksikan akan rampung pada Desember 2026 dengan kapasitas sistem yang ditingkatkan menjadi 120 liter per detik.
Pembangunan infrastruktur baru ini merupakan langkah pengganti SPAM Origon sebelumnya yang berkapasitas 50 liter per detik di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan. Fasilitas lama tersebut mengalami kerusakan parah akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025, menyebabkan terganggunya layanan air minum bagi warga.
Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa penanganan permanen ini dilakukan dengan merelokasi fasilitas ke lokasi yang lebih aman dan strategis. Selain itu, kapasitas instalasi baru akan digandakan menjadi dua unit, masing-masing berkapasitas 50 liter per detik. “Kalau ini memang dampak dari longsor kemarin, kemudian menghantam salah satu SPAM kita di sini yang kapasitasnya 1 x 50 liter per detik. Kemudian kita pindah ke bawah, justru kita bangun 2 x 50 di situ,” ujar Dody dalam keterangan tertulis pada Selasa (22/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Dody saat melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan SPAM Origon di Aceh Tengah pada Jumat (18/9). Dengan pembangunan dua unit baru yang masing-masing berkapasitas 50 liter per detik, total kapasitas yang dihasilkan adalah 100 liter per detik. Jika ditambah dengan kapasitas 20 liter per detik dari sistem lama yang masih dapat dioptimalkan, total kapasitas layanan air minum yang tersedia nantinya akan mencapai 120 liter per detik. Kapasitas ini diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, dan Bebesen.
“Karena terkena musibah, kita bangun lebih besar lagi, 2 x 50 liter per detik dan 1 x 20 liter per detik dari SPAM yang lama. Jadi, totalnya 120 liter per detik. Insyaallah masih cukup untuk kebutuhan warga Takengon saat ini,” tambah Dody.
Saat ini, pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap pembangunan fondasi yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan pembangunan struktur atas. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan instalasi pengolahan air, bangunan pendukung, sistem mekanikal dan elektrikal, pemasangan pipa transmisi air baku, serta pembangunan reservoir guna menjaga kontinuitas pasokan air.
Untuk memastikan target penyelesaian pada Desember 2026 tercapai, PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana mengerahkan sekitar 100 pekerja. Sebagian besar tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal, sehingga proyek ini tidak hanya berfokus pada pemulihan layanan dasar, tetapi juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di daerah tersebut.
Selain pembangunan SPAM Origon, pemulihan infrastruktur air minum di Aceh Tengah juga mencakup rehabilitasi SPAM Lut Tawar yang memiliki kapasitas 20 liter per detik. Penanganan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan air minum bagi masyarakat di Kecamatan Wih Pesam dan Kecamatan Bukit.
Rehabilitasi SPAM Lut Tawar meliputi perbaikan saluran dan bangunan pengambilan air baku, pemasangan pompa air baku dan pompa distribusi, instalasi alat pengukur aliran, serta perbaikan pada instalasi pengolahan air dan reservoir. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Tengah, dengan tujuan tidak hanya mengembalikan layanan yang terputus, tetapi juga membangun sistem penyediaan air minum yang lebih kuat, aman, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.