Serda Ahmad Meninggal Akibat Pukulan Senior Tiga Kali di Dada

Puspom TNI AU mengungkap adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia. Ia diduga dipukul oleh seniornya sebanyak tiga kali di bagian dada menggunakan tangan kosong.

Danpuspomau Marsekal Muda Daan Sulfi menyatakan, insiden ini mengakibatkan empat orang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Serda MTS, Serda MAD, Serda JM, dan Serda AH. Selain Serda Ahmad, dua junior lainnya, Serda ZN dan Serda RP, juga menjadi korban perundungan dan penganiayaan.

Peristiwa ini bermula pada Selasa (8/9) ketika Serda MTS menelepon Serda RP. Percakapan terhenti karena Serda RP tiba-tiba menutup telepon, yang membuat Serda MTS merasa jengkel dan tersinggung. Keesokan harinya, Rabu (9/9), para senior mengumpulkan para junior di belakang Mess Galaksi pada pukul 21.10 WIB.

Di sana, Serda RP langsung dikenai sanksi berupa 100 kali push-up dan sit-up oleh Serda MTS. Sekitar pukul 21.40 WIB, rekan-rekan senior lainnya, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH, turut bergabung di lokasi.

Puncak kekerasan terjadi pada pukul 23.05 WIB ketika Serda JM mulai memukul Serda Ahmad Muzammil Fahrisa. “Sebenarnya hanya sebanyak tiga kali itu ya, dengan tangan kosong, dengan posisi tangannya itu adalah terkepal dan dipukulkan ke dada korban,” ungkap Daan Sulfi.

Setelah menerima pukulan ketiga, korban langsung jatuh jongkok, lemas, dan kemudian pingsan. Para senior yang panik berusaha menyadarkan Serda Ahmad dengan mengusapkan balsem atau minyak angin ke hidungnya serta membasahi wajah dan badannya dengan air.

Namun, karena korban tetap tidak sadarkan diri, pada pukul 23.35 WIB, keempat tersangka membawa Serda Ahmad menggunakan mobil dinas ke IGD Rumah Sakit dr. Esnawan Antariksa atau Rumah Sakit Haji di Pondok Gede, Jakarta Timur. Sekitar pukul 23.45 WIB, setelah mendapat penanganan, Serda Ahmad dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya, ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, sempat menerima informasi simpang siur mengenai penyebab kematian anaknya. Ia diberitahu bahwa anaknya meninggal karena kecelakaan, namun ada teman lain yang menginformasikan bahwa Serda Ahmad dianiaya oleh seniornya. Toni juga menyebutkan adanya luka di wajah bagian dagu dan dada pada jasad anaknya.

Tinggalkan komentar