Tangerang – Insiden keributan yang melibatkan seorang pria bersenjata golok di depan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk Sepatan, Rajeg, Kabupaten Tangerang, telah berakhir dengan damai. Penyelesaian perkara ini dicapai melalui mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah daerah dan aparat kepolisian, yang menghasilkan kesepakatan kekeluargaan di antara pihak-pihak terkait.
Mediasi tersebut diselenggarakan di Kantor Kecamatan Rajeg pada Minggu malam, dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M Indra Waspada. Acara ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang, Kementerian Agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang. Turut hadir pula perwakilan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rajeg, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut.
Dalam pertemuan musyawarah tersebut, kesepakatan dicapai bahwa massa yang sempat menggeruduk dan pihak GKPI setuju untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan tidak akan memperpanjang isu tersebut. Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menyatakan penerimaan pihaknya terhadap penyelesaian damai ini dan tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum lebih lanjut.
Pria yang membawa golok dan meminta ibadah dihentikan, yang diketahui bernama Aji Cahyono, juga telah menyampaikan permohonan maafnya kepada jemaat GKPI atas kejadian yang terjadi. Ia mengakui adanya kekhilafan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di masa mendatang.
Sebagai bukti penyelesaian secara kekeluargaan, kedua belah pihak kemudian membuat dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan. Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memfasilitasi pencarian tempat sementara bagi jemaat GKPI untuk beribadah sembari menunggu proses perizinan gereja selesai.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengapresiasi langkah seluruh pihak yang memilih jalur musyawarah untuk menyelesaikan perselisihan. “Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat,” ujar Indra Waspada, Senin (21/9/2026). Ia menekankan bahwa penyelesaian melalui dialog sangat penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Indra Waspada menambahkan bahwa kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dan berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, serta seluruh elemen terkait demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan keributan di lokasi GKPI Rajeg. Dalam video tersebut, tampak Aji Cahyono membawa golok dan sempat menancapkannya ke tembok, seraya menyatakan tidak takut mati dan meminta tempat tersebut segera ditutup. Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Polresta Tangerang segera menggelar rapat mediasi.
Dalam salah satu rekaman dari lokasi mediasi, Aji Cahyono terdengar menyampaikan permohonan maafnya di hadapan Bupati dan Kapolresta Tangerang. “Dengan kekhilafan saya pribadi dengan kejadian tadi siang, saya menyesalinya dengan sebenar-benarnya. Jadi saya meminta maaf kepada pihak terkait jika apabila membuat resah atau membuat takut kepada saudara daripada tadi siang, kejadian tadi siang. Jadi mohon dimaafkan,” ucap Aji. Ia menutup permohonannya dengan ucapan terima kasih dan salam.