Perjalanan KRL Bogor Kembali Normal, Rute Priok Masih Bantu Layani Penumpang

JAKARTA – KAI Commuter mengumumkan bahwa jumlah perjalanan Commuter Line rute Bogor-Jakarta Kota telah kembali normal. Keputusan ini diambil setelah satu rangkaian KRL INKA yang sebelumnya menjalani perawatan, kini telah beroperasi kembali. Meskipun demikian, KAI Commuter masih memanfaatkan KRL dari rute Tanjung Priok-Jakarta Kota untuk turut melayani penumpang di lintas Bogor-Jakarta.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa penambahan empat perjalanan Commuter Line Bogor mulai Senin (21/9/2026) telah meningkatkan total perjalanan KRL di lintas Bogor menjadi 392 per hari. Sebelumnya, kapasitas angkut sempat disesuaikan.

“Mulai Senin ini KAI Commuter kembali menambah empat perjalanan untuk mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut di lintas Bogor menjadi 392 perjalanan yang sebelumnya dilakukan penyesuaian,” ujar Karina dalam keterangan tertulis.

Secara keseluruhan, saat ini terdapat 1.065 perjalanan KRL Jabodetabek. Pengurangan perjalanan sempat terjadi karena rangkaian KRL produksi INKA harus masuk bengkel untuk perawatan menyeluruh. Kini, satu rangkaian KRL buatan INKA atau CLI 225 telah selesai diperbaiki dan kembali digunakan.

Meskipun demikian, untuk menjaga kelancaran operasional, rangkaian KRL yang semula melayani lintas Tanjung Priok tetap dialihkan untuk membantu rute Bogor-Jakarta Kota. Selain itu, KAI Commuter juga masih menggunakan kereta Bandara Soetta untuk melayani penumpang di rute Jakarta Kota-Priok. Hal ini berdampak pada jadwal perjalanan Commuter Line Bandara Soetta yang sementara disesuaikan menjadi 52 perjalanan setiap harinya.

Rangkaian KRL buatan INKA seri iE305 atau CLI 225 ini pertama kali beroperasi pada 16 Desember 2025 untuk rute Jakarta Kota-Bogor. Kereta ini sempat mengalami sejumlah masalah, terutama pada bagian pintu yang sering dikeluhkan penumpang. Puncaknya, pada Jumat (4/9), KRL produksi INKA mengalami anjlok di Stasiun Jakarta Kota, yang menyebabkan gangguan perjalanan signifikan.

Akibat insiden tersebut, KAI Commuter terpaksa memperpendek rute KRL dari Bogor hanya sampai Stasiun Jayakarta atau Manggarai. KRL tersebut dilaporkan anjlok dua kali dalam sehari, pertama di Stasiun Jakarta Kota pada pagi hari dan kemudian di Stasiun Manggarai pada siang harinya saat hendak dibawa ke Balai Yasa Manggarai.

Menyusul kejadian anjlok tersebut, KAI Commuter dan INKA melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh KRL buatan INKA. Tindakan ini berujung pada pengurangan 17 perjalanan KRL di lintas Bogor-Jakarta Kota yang mulai diberlakukan sejak 7 September. Selanjutnya, mulai 10 September, KAI Commuter mengalihkan rangkaian KRL Jakarta Kota-Priok untuk membantu melayani penumpang di lintas Bogor-Jakarta Kota.

Tinggalkan komentar