Dua insiden tragis di mana warga tertemper oleh Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di wilayah Jakarta, masing-masing di Kalideres, Jakarta Barat, dan Tebet, Jakarta Selatan. Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa kedua peristiwa tersebut merupakan kecelakaan, bukan tindakan bunuh diri.
Di Kalideres, seorang siswa SMA berinisial DK (18) dilaporkan tewas setelah tertemper KRL saat hendak melintasi perlintasan sebidang. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian, tepatnya di Semanan Tembok Bolong, menunjukkan korban tertemper saat sedang melintas rel.
Sementara itu, di Tebet, Jakarta Selatan, seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Iskak (80) juga meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala setelah tertemper kereta. Menurut keterangan saksi, korban terserempet saat berjalan di pinggir rel kereta api.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, secara terpisah juga menegaskan bahwa insiden di Tebet bukan merupakan kasus bunuh diri. “Nggak ada bunuh diri,” ujar Joko.
Kedua kecelakaan ini dilaporkan terjadi pada waktu yang relatif bersamaan, yaitu pada Kamis (20/8) sekitar pukul 06.30 WIB. Insiden di Kalideres terjadi di antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper, yang berada di lintas KRL Duri-Tangerang. Sementara itu, kecelakaan di Tebet terjadi di jalur KRL rute Bogor-Jakarta Kota, tepatnya di Jalan Kebon Baru RT 06 RW 06, Kelurahan Kebon Baru.
Dalam insiden di Kalideres, korban DK dilaporkan sedang membonceng ayahnya menggunakan sepeda motor ketika tertemper KRL dalam perjalanan menuju sekolah. Pihak kepolisian telah melakukan pengecekan di kedua lokasi kejadian untuk memastikan kronologi sebenarnya.