Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara bertahap terus melakukan pemeliharaan berkala pada ruas-ruas jalan yang membutuhkan perbaikan. Salah satu infrastruktur yang saat ini tengah menjadi fokus perbaikan adalah Jalan Kedungbanteng-Wonokerto, yang memegang peranan penting sebagai akses bagi masyarakat di kawasan selatan Kabupaten Pasuruan.
Sebelum perbaikan dimulai, kondisi jalan ini tergolong memprihatinkan, meskipun aktivitas masyarakat seringkali melintasinya.
Pelaksana pekerjaan dari PT Adika Raya Persada, M Raafi, menjelaskan bahwa pekerjaan saat ini masih berada pada tahap awal, yaitu persiapan sebelum pengecoran rigid beton utama dilakukan. Tim di lapangan sedang mengerjakan lantai kerja sebagai lapisan dasar.
Hingga Rabu (16/9/2026), pengerjaan lantai kerja dari titik nol (STA nol) telah mencapai sekitar 110 meter. “Saat ini masih tahap pengerjaan lantai kerja atau bahan dasar sebelum rigid beton utama digelar. Hari ini sudah mencapai 110 meter gelaran lantai kerja atau lapisan dasar dari STA nol,” kata Raafi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/9/2026).
Raafi menambahkan bahwa pekerjaan sejauh ini berjalan relatif lancar berkat kondisi cuaca yang mendukung. Meskipun demikian, tim tetap harus beradaptasi dengan kondisi medan dan kontur tanah di sepanjang ruas jalan.
“Salah satu tantangan di lapangan adalah kondisi tanah yang berbeda-beda. Setelah proses pemadatan dan penyiraman, beberapa bagian jalan menjadi licin sehingga membutuhkan kehati-hatian dalam pengerjaan,” ungkapnya.
Dukungan dari warga sekitar turut menjadi bagian penting dalam kelancaran proses perbaikan ini.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Nurul, menyoroti kondisi jalan sebelum perbaikan yang memang sudah cukup parah. Kerusakan tersebut membuat akses masyarakat di wilayah sekitar menjadi kurang nyaman, padahal ruas jalan itu sering digunakan warga untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Ia menyebutkan bahwa jalan tersebut berfungsi sebagai jalur penghubung antara Kedungbanteng dengan sejumlah wilayah lain, termasuk Oro-oro Bulus, Candibinangun, Wonokerto, hingga Sukorejo.
Oleh karena itu, perbaikan jalan ini dinilai sangat penting, tidak hanya bagi warga Kedungbanteng, tetapi juga bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut sebagai akses antar desa.
“Jalan ini merupakan jalur tembusan ke beberapa desa dan menuju Sukorejo. Jalur ini sangat diperlukan oleh warga di sebelah selatan,” ujarnya.
Nurul juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang kembali menangani ruas jalan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Wakil Bupati KH Shobih Asrori, serta jajaran pemerintah daerah yang telah mendukung perbaikan infrastruktur ini.
Menurutnya, penanganan jalan di wilayah Kedungbanteng sebenarnya bukan kali pertama dilakukan. Saat Bupati Rusdi Sutejo masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasuruan sekitar tahun 2013-2014, ruas jalan di wilayah tersebut pernah mendapatkan pengaspalan hotmix sepanjang kurang lebih dua kilometer.
Namun, setelah bertahun-tahun digunakan dan melewati berbagai kondisi alam, jalan tersebut kembali mengalami kerusakan. Oleh karena itu, penanganan kembali diperlukan agar fungsi jalan sebagai akses vital bagi masyarakat dapat dipulihkan sepenuhnya.
“Dulu saat Pak Rusdi Sutejo masih menjadi anggota dewan, dan saya Kepala Desa, kami sudah menghotmix sekitar tujuh kilometer. Tetapi sekarang jalan kembali rusak,” tutupnya.