PDIP Jelaskan Alasan Pemecatan Kader Surabaya, Bukan Karena Bertemu Jokowi

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, memberikan klarifikasi mengenai pemecatan salah satu kader DPC PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat. Said menegaskan bahwa alasan pemecatan tersebut bukanlah karena Achmad Hidayat bertemu dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Said, Achmad Hidayat melakukan banyak pelanggaran internal partai yang tidak disampaikan kepada publik. “Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik,” ujar Said di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Said juga menyinggung pernyataan Achmad yang mengaku siap mati membela Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun, Said menilai sikap Achmad tersebut tidak sejalan dengan instruksi partai. “Bahkan Achmad Hidayat ini berkoar-koar, kalau kita ngelihat record-nya dia di Instagram dia, dia itu berani mati untuk membela Ibu Mega. Tapi kelakuannya jauh dari apa yang menjadi concern partai dan instruksi Ibu Mega,” jelasnya.

Ketua DPP PDIP itu menambahkan bahwa tidak ada larangan bagi siapapun untuk menemui Jokowi. Ia menyarankan agar alasan pemecatan karena bertemu Jokowi tidak perlu dipercayai. “Kalau sekarang dia mempergunakan alasan karena sowan atau ke rumahnya Pak Jokowi dipecat, ya namanya juga, ya, orang kayak gitu masa gua percaya, ya publik percayalah,” katanya.

Said Abdullah juga mengungkapkan bahwa Achmad Hidayat bukanlah satu-satunya orang yang menemui Jokowi. Banyak individu lain yang juga kerap bertemu dengan Presiden ke-7 RI tersebut. “Sudahlah, kan bukan hanya dia yang ke Pak Jokowi. Orang tiap hari mondar-mandir ke Pak Jokowi, kita biasa-biasa saja. Pak Jokowi ke mana, kita ke mana, kita jalannya sudah berbeda. Sehingga nggak ada urusan. Tidak ada orang datang ke Pak Jokowi dipecat,” ungkapnya.

Said menegaskan kembali bahwa pemecatan kader tidak berkaitan dengan pertemuan dengan Jokowi, melainkan jika ada pelanggaran berat terhadap aturan internal partai. “Kecuali ada pelanggaran berat di internal partai, baru dia dipecat,” tuturnya.

Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan secara resmi memecat Achmad Hidayat dari keanggotaan partai per tanggal 4 September 2026. Pemecatan ini terjadi setelah Hidayat berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan secara terbuka menyuarakan dukungan untuk rehabilitasi status keanggotaan Jokowi.

Achmad Hidayat membenarkan bahwa statusnya sebagai kader PDIP resmi dicabut setelah kunjungannya ke rumah Jokowi di Solo. “Betul. Saya ke rumah Jokowi itu kurang lebih bulan Juli ya. Hanya jadi silaturahim, lalu saya posting di Instagram itu. Nah, tidak lama setelah itu, bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP, sehingga saya dipanggil oleh DPP,” kata Hidayat kepada media pada Minggu (13/9/2026).

Hidayat menjelaskan bahwa kunjungannya ke rumah Jokowi pada bulan Juli lalu merupakan inisiatif pribadi setelah melakukan ziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo. Ia juga menegaskan bahwa saat itu tidak mengenakan atribut partai. “Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri,” ujarnya.

Tinggalkan komentar