Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Subsidi Aman, Imbau Mobil Mewah Pakai Non-Subsidi

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah terus berupaya menyiapkan stok bahan bakar minyak (BBM), terutama BBM bersubsidi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya ini juga disertai dengan dorongan agar penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran dan hanya dinikmati oleh mereka yang berhak.

“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” ujar Bahlil usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (27/9/2026).

Bahlil menyoroti adanya fenomena pergeseran konsumsi, di mana masyarakat yang sebelumnya tidak menggunakan BBM subsidi kini beralih menggunakannya. Ia secara tegas meminta masyarakat yang tergolong mampu, termasuk pemilik mobil mewah, untuk tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi.

“Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Oleh karena itu, ketepatan sasaran menjadi kunci utama dalam pengelolaan BBM bersubsidi.

“Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima itu, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran,” lanjutnya.

Mengenai kemungkinan penguatan regulasi, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah akan mempertimbangkannya lebih lanjut. Namun, ia mengakui bahwa perubahan aturan memerlukan proses yang matang. Meski demikian, ia menilai imbauan kepada masyarakat yang mampu tetap memiliki peran penting.

“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting,” ujarnya.

Bahlil mengajak masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik untuk memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi.

“Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya,” tegasnya.

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM sempat terjadi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan bahkan mengular hingga ke badan jalan dan menyebabkan kemacetan. Pihak Pertamina sempat menyatakan situasi tersebut disebabkan oleh panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan oleh pengendara yang khawatir kehabisan stok.

Tinggalkan komentar