Aljazair Buka Pintu Investasi Energi untuk RI, Pertamina hingga Swasta Didorong Berpartisipasi

Indonesia dan Aljazair terus memperkuat hubungan diplomatik melalui kerja sama di sektor energi. Aljazair kini membuka peluang investasi yang lebih luas bagi perusahaan energi asal Indonesia, baik BUMN maupun swasta, terutama di sektor minyak dan gas (migas).

Pembukaan peluang ini mengemuka dalam dua pertemuan penting antara Duta Besar RI untuk Aljazair, Yusron Bahauddin Ambary, dengan Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab, serta Presiden National Agency for the Valorization of Hydrocarbon Resources (ALNAFT), Abdelkader Cherfaoui.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Arkab dan Presiden ALNAFT menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis Aljazair di sektor energi. Mereka secara khusus mendorong Pertamina untuk terus memperluas operasinya di Aljazair dan menyampaikan apresiasi atas kinerja perusahaan pelat merah tersebut.

Namun, peluang investasi ini tidak terbatas pada Pertamina. Menteri Arkab juga secara terbuka mengundang perusahaan-perusahaan swasta di bidang migas Indonesia untuk turut berinvestasi di Aljazair. Ia menyambut baik partisipasi Pertamina dalam Algeria Bidding Round 2026 dan berharap lebih banyak perusahaan energi nasional dapat ikut serta dalam Bidding Round 2027.

Sebagai tindak lanjut, Menteri Arkab mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI beserta jajaran BUMN dan perusahaan energi Indonesia untuk meninjau langsung potensi ladang migas dan sumber energi lainnya di Aljazair. Undangan ini juga sejalan dengan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama Energi Indonesia-Aljazair yang telah ditandani pada Desember 2023 di Aljir.

Selain sektor migas, kedua negara juga membahas usulan penyelenggaraan Joint Commission in Hydrocarbons atau format pertemuan lain yang disepakati bersama untuk mendorong implementasi kerja sama energi. Peluang kerja sama juga terbuka pada sektor sumber daya strategis lainnya, seperti proyek fosfat di Bled El Hadba dan Bir El Ater, Provinsi Tebessa, yang diperkirakan memiliki cadangan nasional sekitar 2,2 miliar ton.

Bagi Indonesia, berbagai peluang kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses terhadap sumber daya strategis. Hal ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Penguatan kerja sama dengan Aljazair diharapkan membuka ruang lebih luas bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas investasi dan kehadirannya di kawasan Afrika Utara.

Tinggalkan komentar