Tragedi pesawat Pan Am Penerbangan PA103 yang meledak di udara di atas Lockerbie, Skotlandia, pada 21 Desember 1988, menjadi salah satu insiden paling memilukan dalam sejarah penerbangan. Peristiwa yang disengaja oleh teroris ini merenggut nyawa 270 orang.
Menurut laporan Aircraft Accident Report 2/90 yang disusun oleh Air Accidents Investigation Branch (AAIB) Inggris Raya, ledakan terjadi saat pesawat berada pada ketinggian jelajah 31 ribu kaki. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara London Heathrow dengan tujuan New York.
Komunikasi radio antara pesawat dan Shanwick Oceanic Area Control sempat terjalin. Namun, setelah pengontrol udara mengirimkan instruksi izin rute transatlantik, tidak ada respons konfirmasi dari pesawat. Tak lama kemudian, perekam suara kokpit (CVR) dan perekam data penerbangan (DFDR) berhenti berfungsi bersamaan dengan terdengarnya suara ledakan keras akibat terputusnya aliran listrik secara seketika oleh ledakan.
Bagian depan pesawat, termasuk kokpit, terpisah dari badan utama. Radar hanya menampilkan sebaran puing-puing. Polisi Lockerbie kemudian melaporkan kejadian jatuhnya pesawat yang tragis.
Bagian sayap pesawat menghantam Sherwood Crescent di Lockerbie, memicu ledakan dahsyat di darat. Sementara itu, bagian hidung dan kokpit ditemukan jatuh di Tundergarth, sekitar 4 kilometer di timur Lockerbie.
Seluruh 259 orang di dalam pesawat, yang terdiri dari 16 awak pesawat dan 243 penumpang, dinyatakan tewas. Selain itu, 11 warga Kota Lockerbie juga meninggal dunia akibat tertimpa puing-puing pesawat dan ledakan di area permukiman.
Penyelidikan mengungkap bahwa pemicu tragedi ini adalah ledakan bom rakitan (Improvised Explosive Device/IED). Bom tersebut dipasang di dalam pemutar kaset-radio yang dimasukkan ke dalam kontainer bagasi logam bernomor di posisi 14L ruang kargo depan. Ledakan bom itu langsung merobek badan pesawat bagian depan dan menghancurkan struktur lantai kabin utama.
Berdasarkan catatan CIA, pelaku yang terbukti bertanggung jawab atas pengeboman ini adalah dua warga negara Libya. Pada tahun 2000, kedua individu tersebut diajukan ke persidangan di hadapan pengadilan Skotlandia yang digelar di Belanda. Bukti krusial yang memberatkan mereka adalah temuan fragmen papan sirkuit pengatur waktu (timer) bom yang menyatu pada serat pakaian mereka.