Kebakaran Kebayoran Lama: 22 Bangunan Ludes, Warga Ceritakan Detik-detik Api Membesar

Kebakaran melanda kawasan Kramat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9) malam, menghanguskan sedikitnya 22 bangunan. Sejumlah warga menceritakan detik-detik menegangkan saat api mulai menjalar.

Salah seorang warga, Warinah, mengaku sedang beristirahat di dalam rumah ketika kobaran api mulai terlihat. Ia mendengar teriakan dari luar yang memberitahukan adanya kebakaran.

“Saya habis Magrib tiduran. Tiduran nunggu Isya. Pas Isya, ini anak berdua nih, ini anak ini ini anak saya, ini cucu, tidur. Lah saya di bawahnya ada dipan kecil. Lah terus pas lagi tidur, dari luar jalan tuh, saya pas pinggir jalan sih, pojok lampu merah. Ada api, ada api, ada api, gitu,” ujar Warinah di lokasi pengungsian, Rabu (23/9/2026).

Setelah mendengar teriakan tersebut, Warinah segera keluar rumah dan mendapati api sudah membesar di atas tempat tinggalnya.

“Jadi saya terus nggak bisa bawa apa-apa, ya. Keluar langsung. Pas keluar, lho kok di atas, api gede banget. Ya di atas persis kontrakan saya, ya. Di atas itu udah gede banget,” katanya.

Ia menjelaskan tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Prioritas utamanya adalah keselamatan diri dan keluarganya.

“Itu bikin rumah tiga baris kan, tiga baris. Ya sudah habis semua itu. Ya, jadi saya nggak bisa ngapa-ngapain. Orang saya inginnya selamat aja dulu. Sampai KTP itu tadi KK semua ini minta di sini,” tuturnya.

Saat ini, Warinah dan warga lainnya menunggu bantuan dari pemerintah. Ia berharap rumah yang telah rata dengan tanah akibat kebakaran dapat segera dibangun kembali.

“Nanti kalau dibangun lagi semua kita tinggal lagi di situ. Kalau disaranin gimana, ya kita ikutin aja. Nanti iya, Mas. Kan kalau di sini nanti bisanya yang penting KTP-nya jadi, kartu keluarga juga jadi. Ya, saya mau ikut anak ini yang bisa, mau ngontrakin apa mau di kampung,” ucapnya.

Camat Kebayoran Lama, Mustopa, menyatakan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan dan mendata para korban. Penanganan dokumen kependudukan dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama.

“Sementara ini bantuan-bantuan kita data. Kita data dulu legalitas kependudukan mereka. Kita bantu, kalau ada yang kebakar dari Dukcapil, surat-suratnya kita akan diganti,” jelas Mustopa.

Ia menambahkan bahwa bantuan makanan harian terus diberikan, serta bantuan sosial dan dukungan psikologis disiapkan untuk para korban.

Peristiwa kebakaran ini dilaporkan terjadi pada Selasa (22/9) pukul 20.31 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Tinggalkan komentar