Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan kembali menggelar Program Jabar Sakola (PJS) tahun ini. Program ini dirancang untuk menekan angka putus sekolah di kalangan siswa usia sekolah menengah di Jawa Barat.
Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan transformasi dari program beasiswa pendidikan sebelumnya. Data penerima beasiswa akan diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan,” ujarnya, mengutip laman resmi Pemprov Jabar.
Program Jabar Sakola diadakan sebagai respons terhadap besarnya kelompok siswa yang membutuhkan dukungan. Data DTKS menjadi dasar identifikasi kondisi kesejahteraan peserta didik, khususnya kelompok desil yang menjadi prioritas program. PJS Personal dan PJS Operasional ditujukan bagi peserta didik yang belum menerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH), memastikan dukungan menjangkau kelompok yang belum tercakup.
Berbeda dari skema bantuan tunggal, Jabar Sakola menerapkan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat. Dukungan dibedakan sesuai karakteristik melalui skema PJS Personal, PJS Operasional, PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), dan PJS Mitra Industri.
Empat Skema Bantuan Program Jabar Sakola
Program Jabar Sakola menawarkan empat skema beasiswa yang ditujukan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB. Berikut rinciannya:
1. Program Jabar Sakola Personal
Skema ini menyasar siswa dari keluarga rentan yang masuk dalam desil 1 DTKS, namun bukan penerima PKH atau PIP. Tujuan utamanya adalah mencegah siswa putus sekolah, dengan bantuan yang dapat digunakan untuk membeli seragam, buku, atau ongkos transportasi.
2. Program Jabar Sakola Operasional
Skema ini memberikan keringanan pembayaran SPP per tahun. Sasaran utamanya adalah siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta yang dikategorikan rentan (desil 1 dan 2). Untuk jenjang SLB swasta, program bantuan tidak mempermasalahkan desil calon penerima.
3. Program Jabar Sakola Sekolah Swasta Kerja Sama
Ditujukan bagi siswa SMA/SMK swasta yang bersekolah di institusi yang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Pemerintah Jawa Barat. Bantuan ini mencakup Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan subsidi SPP bulanan. Syaratnya, sekolah harus sudah bekerja sama sejak Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
4. Program Jabar Sakola Mitra Industri
Skema terakhir ini diperuntukkan bagi siswa SMK yang sekolahnya berada di kawasan SMK Mitra Industri daerah Bekasi. Siswa akan memperoleh pembiayaan penuh selama tiga tahun hingga lulus, dengan tujuan mempersiapkan mereka agar cepat terserap dunia kerja.
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menginstruksikan seluruh jajaran di 13 KCD untuk melakukan verifikasi berkas di lapangan. “Rekan-rekan di cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data. Ini untuk memastikan bahwa program bantuan tersebut disalurkan secara tepat kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya,” tegasnya.
Komentar