Irjen (Purn) Agus Suryonugroho Ingatkan Polantas: Keselamatan Lebih Utama dari Tilang

JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri periode 2025-2026, Irjen (Purn) Agus Suryonugroho, menekankan pentingnya menjaga keselamatan masyarakat sebagai wujud pengabdian utama bagi personel Polantas. Pesan ini disampaikan dalam rangka HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara.

Agus Suryonugroho mengingatkan bahwa tugas Polantas tidak semata-mata berfokus pada penegakan hukum melalui tilang. Kebanggaan tertinggi seharusnya datang dari kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. “Kebanggaan sejati kita bukanlah terletak pada seberapa banyak lembar tilang yang berhasil diterbitkan. Kebanggaan tertinggi kita adalah ketika melihat masyarakat bisa tertib karena kesadaran penuh dari dalam diri mereka,” ujar Irjen (Purn) Agus dalam keterangannya pada Selasa (22/9/2026).

Ia menambahkan bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi napas dari tugas kepolisian lalu lintas. “Keselamatan jalan adalah napas dan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, di hari yang membahagiakan ini, dengan penuh rasa cinta saya ingin menitipkan pesan khusus dari hati ke hati,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agus Suryonugroho berpesan agar personel Polantas bertugas dengan ketulusan dan keikhlasan, serta menjadi pelindung bagi masyarakat. “Kalian adalah wajah pelindung bangsa di jalan raya. Bertugaslah dengan ketulusan dan kelembutan hati. Hadirlah sebagai penolong bagi mereka yang kebingungan, dan pengingat bagi mereka yang lalai. Namun di atas segalanya, tolong jagalah keselamatan diri kalian sendiri saat bertugas,” katanya.

Ia juga mengingatkan para pengendara bahwa ancaman terbesar di jalan raya bukanlah petugas, melainkan potensi hilangnya nyawa. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus didasari kesadaran akan berharganya nyawa, bukan semata-mata rasa takut akan sanksi atau pantauan petugas.

Dalam pesan lengkapnya, Irjen (Purn) Agus Suryonugroho menyampaikan salam pembuka yang mencakup berbagai keyakinan dan harapan. Ia mengibaratkan senyuman sebagai marka jalan yang efektif, yang hadir dengan jelas dan konsisten tanpa perlu mengancam, sehingga mengikutinya terasa alami. Hal serupa diharapkan dari kehadiran Polantas di tengah masyarakat.

Ukuran keberhasilan tugas Polantas, menurutnya, bukanlah jumlah tilang, melainkan jumlah nyawa yang berhasil diselamatkan. Setiap nyawa yang selamat berarti satu keluarga utuh. Ia juga secara khusus menyoroti para pengemudi ojek daring (online), mengakui perjuangan mereka namun mengingatkan bahwa keselamatan diri jauh lebih berharga daripada target atau nominal rupiah. Mereka diingatkan untuk menjadi pahlawan dan teladan keselamatan di jalan, serta saling mengingatkan demi penumpang dan keluarga yang menanti di rumah.

Agus Suryonugroho mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan setiap perjalanan sebagai janji suci dan setiap tujuan sebagai pertemuan yang membahagiakan. Ia menutup pesannya dengan ucapan selamat Ulang Tahun ke-71 untuk Lalu Lintas Bhayangkara, seraya berharap agar terus berkarya, menjaga, dan mencintai masyarakat Indonesia.

Tinggalkan komentar