Jakarta – Perjalanan delapan kereta api (KA) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto sempat dihentikan sementara menyusul adanya gempa bumi magnitudo 6,5 yang berpusat di Kepulauan Seribu. Penghentian sementara yang disebut Berhenti Luar Biasa (BLB) ini merupakan langkah antisipasi keselamatan.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa penghentian dilakukan segera setelah gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB. Prosedur ini dijalankan untuk memastikan jalur dan prasarana perkeretaapian aman sebelum perjalanan dilanjutkan.
“Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 8 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan berhenti luar biasa (BLB). Tindakan tersebut merupakan prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan KA tetap aman,” ujar As’ad dalam keterangan tertulisnya.
Setelah penghentian sementara, petugas KAI segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh prasarana perkeretaapian di lintasan yang terdampak gempa. Pemeriksaan meliputi kondisi jalur rel, jembatan, terowongan, hingga fasilitas pendukung operasional lainnya.
“Dari hasil pemeriksaan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa. Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan,” jelasnya.
Delapan perjalanan KA yang mengalami penundaan ini terdiri dari kereta penumpang dan angkutan barang. Durasi penghentian bervariasi, mulai dari 20 menit hingga hampir satu jam. Berikut adalah daftar KA yang sempat berhenti luar biasa:
- KA 64B Manahan relasi Gambir-Solobalapan: 20 menit.
- KA 274 Kahuripan relasi Kiaracondong-Blitar: 31 menit.
- KA 258B Progo relasi Pasarsenen-Lempuyangan: 24 menit.
- KA 288 Serayu relasi Pasarsenen-Purwokerto: 55 menit.
- KA 2506 Angkutan BBM: 59 menit.
- KA 305 Angkutan Retail: 39 menit.
- KA 2711 Angkutan Semen: 31 menit.
- KA 2721 Angkutan Semen: 32 menit.