DPRD DKI Desak Pemasangan Alat Deteksi Dini Kebakaran di Seluruh Gedung

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, mendesak agar seluruh gedung di ibu kota dilengkapi dengan alat deteksi dini kebakaran. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi dan mencegah perluasan api saat terjadi musibah.

“Setiap gedung di Jakarta seharusnya memiliki alat deteksi dini untuk mengantisipasi potensi kebakaran. Ini dinilai penting menyusul sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini,” ujar Suhud di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Ia mengungkapkan keprihatinan atas rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan. Suhud mencontohkan insiden kebakaran gedung Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) yang terjadi dua kali pada Agustus 2026, serta kebakaran permukiman warga di Kebayoran Lama pada Selasa (22/9).

“Malam ini terjadi lagi musibah kebakaran bangunan rendah di sekitar Pasar Kebayoran Lama,” tambahnya.

Menurutnya, masih banyak bangunan di Jakarta yang belum mematuhi standar keselamatan kebakaran, termasuk minimnya ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR). Padahal, regulasi terkait bangunan gedung, seperti Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 dan peraturan turunannya, telah mengatur hal tersebut.

Suhud meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi gedung-gedung di Jakarta. Hal ini penting demi memastikan semua tempat memenuhi persyaratan keselamatan yang berlaku.

“Ini harus jadi perhatian serius Pemprov DKI dalam mengedukasi pencegahan kebakaran di tengah masyarakat, pengelola gedung baik swasta dan pemerintah. Terlebih ancaman El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2027,” katanya.

Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat 1.216 kejadian kebakaran di Jakarta sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Wilayah Jakarta Barat menjadi lokasi terbanyak dengan 368 kasus.

Penyebab kebakaran terbanyak diduga akibat korsleting listrik, dengan 649 kejadian atau 53,37% dari total kasus. Sementara itu, bangunan perumahan menjadi objek yang paling sering terbakar, yakni 358 kejadian atau 29,44%.

Tinggalkan komentar