Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mendesak pemerintah untuk segera mempercepat upaya mitigasi menghadapi potensi kelangkaan air bersih di Makassar, Sulawesi Selatan. Ancaman fenomena El Nino dan kemarau panjang dinilai dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.
Andi Iwan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini. Permintaan ini muncul setelah Komisi V DPR RI melakukan peninjauan langsung ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata di Kabupaten Gowa.
“Kami bersama Komisi V DPR RI telah meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata di Kabupaten Gowa. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pelayanan dan kesiapan infrastruktur penyediaan air bersih bagi masyarakat Makassar dan kawasan sekitarnya,” kata Andi Iwan dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Politikus Partai Gerindra tersebut menyoroti peningkatan keluhan masyarakat Makassar terkait ketersediaan air bersih belakangan ini. Ia berpendapat bahwa persoalan ini tidak bisa ditunda hingga memasuki tahap darurat.
“Seminggu ini, terdapat lonjakan tajam keluhan yang meluas di Makassar. Mulai dari demonstrasi, komplain di sejumlah media massa dan media sosial, hingga keluhan yang disampaikan langsung oleh konstituen,” ungkap Andi Iwan.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih lagi, ancaman El Nino dan kemarau panjang dapat memberikan tekanan signifikan terhadap ketersediaan air baku.
Ia menekankan agar BMKG tidak hanya menyampaikan prakiraan dan peringatan iklim. Informasi tersebut, kata Andi Iwan, perlu segera diterjemahkan menjadi langkah mitigasi konkret oleh Kementerian PUPR dan pemerintah daerah.
“Sejauh mana upaya mitigasi, termasuk skema kedaruratan di wilayah hulu oleh Ditjen SDA dan di hilir oleh Ditjen CK atas peringatan El Nino panjang dari BMKG yang telah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya?” tegas Andi Iwan.
Andi Iwan menggarisbawahi pentingnya penanganan persoalan air bersih secara menyeluruh, mulai dari sisi hulu hingga hilir. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, menurutnya, perlu memastikan ketersediaan dan pengelolaan sumber air baku. Sementara itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya (CK) bertanggung jawab memastikan sistem penyediaan dan pelayanan air kepada masyarakat berjalan optimal.
Evaluasi terhadap SPAM Regional Mamminasata juga dinilai perlu terus dilakukan. “SPAM Regional Mamminasata juga dinilai perlu terus dievaluasi sehingga kapasitas infrastruktur yang telah dibangun benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat Makassar, Gowa, Maros, Takalar, serta daerah yang masuk dalam cakupan pelayanan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa mitigasi tidak boleh baru dilakukan saat masyarakat sudah mengalami kesulitan. Peringatan mengenai potensi El Nino dan kemarau panjang seharusnya menjadi dasar untuk menyiapkan sumber air, infrastruktur pendukung, serta skema kedaruratan sejak jauh-jauh hari.
Hasil peninjauan Komisi V DPR RI di Sulawesi Selatan ini akan dibawa ke DPR untuk menjadi bahan pembahasan dan pengawasan lebih lanjut. Andi Iwan memastikan pihaknya akan terus mengawal kondisi penyediaan air bersih di wilayah tersebut.
“Sebagai kader Gerindra di DPR RI, kita mendorong perhatian terhadap kebutuhan dasar tersebut diterjemahkan melalui pengawasan dan langkah konkret bersama kementerian teknis, khususnya untuk memastikan warga tetap mendapatkan pasokan air di tengah risiko perubahan iklim,” paparnya.
“Seluruh masukan dan penjelasan yang dihimpun dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Sulawesi Selatan selanjutnya akan dibawa ke Senayan,” sambungnya.