Sebuah video yang menunjukkan air kolam berubah warna menjadi merah di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, sempat viral di media sosial dan menimbulkan kehebohan di kalangan warga.
Dalam rekaman yang beredar, tampak kolam tersebut memiliki warna merah pekat. Beberapa orang terlihat berada di sekitar kolam, menambah rasa penasaran publik.
Menanggapi informasi tersebut, Kapolsek Gunung Sindur AKP Ucup Supriyatna beserta jajaran dan tokoh masyarakat segera mendatangi lokasi. Namun, setibanya di sana, kondisi air kolam dilaporkan sudah kembali normal.
“Ketika sampai air sudah kembali normal,” ujar AKP Ucup Supriyatna pada Minggu (20/9/2016). Ia menambahkan bahwa warna air telah kembali seperti sedia kala saat mereka melakukan pengecekan pada sore hari setelah magrib.
Menurut keterangan Ketua RW setempat, perubahan warna air yang drastis tersebut hanya berlangsung singkat, diperkirakan sekitar setengah jam hingga satu jam pada siang hari, yakni dari pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.
Kepala Desa Cibadung, Badri, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku sempat mendatangi lokasi dan berinisiatif mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium. “Saya jawabnya nanti pakai ilmiah saja ya, gimana juga kalau dikaitkan sama mistis kan, jadi saya sudah hubungi DLH juga, sampel air juga sudah saya ambil, biar nanti dicek di lab,” ungkap Badri.
Dugaan Zat Pewarna Kain
Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bogor telah mengambil sampel air kolam yang berubah warna merah untuk diuji lebih lanjut di laboratorium. Dugaan sementara, perubahan warna tersebut disebabkan oleh zat pewarna kain atau bahan kimia lainnya yang bersifat sementara.
“Jadi ini dugaan sementara, ini sambil menunggu hasil lab ya, dugaan sementara itu adalah semacam pewarna kain atau bahan-bahan yang lain, yang memerah kan sesaat gitu, air berubah warna sesaat,” jelas Kepala Dinas LH Teuku Bayu saat dihubungi pada Selasa (22/9/2016).
Bayu menambahkan bahwa fenomena perubahan warna ini tergolong singkat, bahkan kurang dari satu jam sudah kembali normal. Pihaknya juga telah mendatangi lokasi, namun saat kunjungan, air kolam sudah kembali ke warna semula.
Imbauan untuk Tidak Menghubungkan dengan Mistis
Terkait keamanan air kolam tersebut, Bayu menyatakan bahwa hasil uji laboratorium sangat diperlukan. Meskipun diduga mengandung zat pewarna, ia memperkirakan kandungannya masih berada di bawah ambang batas aman.
“Secara umum sih tidak baik ya. Tapi kan gini, ada ambang batas. Kalau di bawah ambang batas yang dalam aturannya itu, nggak ada masalah (jika diminum),” tuturnya.
Bayu mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mengaitkan fenomena tak biasa dengan hal-hal mistis. Ia menyarankan agar segera menghubungi pihak berwenang untuk melakukan pengecekan dan memastikan penyebab kejadian.
“Untuk imbauannya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi seperti itu tidak langsung dikaitkan dengan mukjizat atau kegaiban atau apa gitu ya. Jadi sebaiknya masyarakat bijak untuk segera menghubungi pihak-pihak terkait untuk bisa memastikan air ini air apa gitu,” pungkasnya, seraya berharap masyarakat tidak mengonsumsi atau mengkultuskan air tersebut tanpa kepastian ilmiah.