209 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Belum Padam, Jarak Pandang Jadi Kendala Utama

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih ada 209 hektare titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan yang belum berhasil dipadamkan. Meskipun demikian, BNPB mencatat adanya penurunan jumlah titik panas (hotspot) di pulau tersebut.

Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa total 1.002 hektare lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, pemadaman di Kalimantan menghadapi kendala signifikan, terutama terkait jarak pandang yang rendah untuk operasi udara.

“Nah, ada itu dilaksanakan oleh tentu operasi darat, operasi udara, dan ini bisa kita lihat di Kalimantan operasi udara tidak ada yang dipadamkan. Ini artinya bahwa memang di Kalimantan Barat tidak tidak ada operasi udara karena mengingat visibility atau jarak pandang yang sangat rendah di sana,” jelas Berton dalam konferensi pers daring yang disiarkan di YouTube Kemenko Polkam pada Selasa (22/9/2026).

Ia menambahkan bahwa di Kalimantan Tengah, hanya 4 hektare titik karhutla yang dapat dipadamkan melalui udara. Berton menegaskan bahwa kendala ini bukan disebabkan oleh keterbatasan alat pemadam, melainkan murni karena kondisi jarak pandang yang sangat terbatas.

“Di Kalimantan Tengah kalau kita lihat operasi udara juga hanya 4 hektare yang berhasil dipadamkan. Ini juga kasusnya hal yang sama, bukan tidak ada helikopter atau alutsista yang kita deploy di sana, tetapi memang sangat terbatas jarak pandang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Berton memaparkan data pemadaman di provinsi lain. Sumatera Selatan tercatat memiliki angka pemadaman tertinggi, dengan luas lahan terbakar yang berhasil dipadamkan mencapai lebih dari 2.233 hektare.

“Dan kalau kita lihat di tabel bahwa jumlah lahan yang terbakar per tanggal 17 sampai 21 September kemarin itu kalau kita totalkan di setiap provinsi, bahwa Sumatra Selatan ada paling tinggi yang luas lahannya dipadamkan itu sebesar 2.233 hektare lebih,” kata dia.

Provinsi lain yang juga melaporkan pemadaman signifikan antara lain Riau dengan 275 hektare, Kalimantan Selatan 479 hektare, Kalimantan Tengah 634 hektare, Kalimantan Barat 384 hektare, dan Jambi 458 hektare. Angka-angka tersebut merupakan total pemadaman yang dilakukan selama lima hari terakhir.

Tinggalkan komentar