JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah menyelesaikan kegiatan benchmarking di Provinsi Yunnan, China, yang berlangsung pada 9-15 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia.
Program ini bertujuan menjadi wadah pembelajaran mengenai praktik terbaik dalam revitalisasi pedesaan, pengembangan ekonomi lokal, inovasi pertanian, hingga hilirisasi potensi desa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia.
Delegasi dipimpin oleh Kepala Badan Pengembangan dan Penguatan Inovasi (BPI) Kemendes PDT Mulyadin Malik, didampingi Kepala Biro Hubungan Masyarakat Andi Nita Arie, serta tim pendamping.
Mulyadin Malik menyampaikan bahwa pembelajaran dari Yunnan memberikan banyak inspirasi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik desa-desa di Indonesia. Ia menekankan bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan desa mengelola potensi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Desa harus menjadi aktor utama pembangunan. Pengalaman di Yunnan menunjukkan potensi lokal dapat menghasilkan nilai tambah ketika didukung inovasi, kelembagaan yang kuat, dan kolaborasi berbagai pihak,” ujar Mulyadin dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan diawali dengan penyambutan resmi oleh Pemerintah Provinsi Yunnan. Dalam pertemuan tersebut, dibahas upaya memperkuat hubungan dan pertukaran pengalaman mengenai pembangunan pedesaan antara Indonesia dan Yunnan.
Selama di Yunnan, delegasi mengunjungi Desa Haiyan, sebuah desa percontohan revitalisasi pedesaan yang berhasil mengintegrasikan pelestarian budaya, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Para kepala desa mempelajari bagaimana perencanaan desa yang terintegrasi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa menghilangkan identitas lokal.
Delegasi juga mengikuti diskusi dengan berbagai institusi di Yunnan mengenai strategi pembangunan pedesaan, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan desa.
Di Xishuangbanna, peserta mendalami berbagai model pembangunan ekonomi pedesaan berbasis potensi lokal. Kunjungan dilakukan ke kawasan industri kopi di Pubwen untuk mempelajari perkembangan industri kopi, inovasi yang mengintegrasikan sektor kopi dengan pariwisata, serta upaya mendorong revitalisasi pedesaan melalui pengembangan ekonomi kreatif.
Selanjutnya, delegasi mengunjungi Kecamatan Menghan untuk mempelajari model pembangunan bersama antardesa yang dikenal sebagai konsep ‘Tiga Man’. Pendekatan ini mengembangkan kolaborasi tiga desa melalui model industri baru yang memperkuat ‘lingkaran pengembangan industri’ dan ‘lingkaran kehidupan bahagia’, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antardesa.
Di Kabupaten Menghai, peserta mengunjungi Perkebunan Teh Kuno Hekai. Di sana, mereka melihat pengelolaan perkebunan teh yang memadukan pelestarian warisan budaya, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, dan peningkatan nilai tambah komoditas unggulan desa.
Pembelajaran di Xishuangbanna juga mencakup kunjungan ke pusat pengolahan jamur liar. Delegasi mempelajari rantai nilai produk, mulai dari pemanenan berkelanjutan oleh masyarakat, proses penyortiran dan pengolahan, hingga pemasaran produk bernilai tambah ke pasar internasional. Model ini menunjukkan pentingnya hilirisasi komoditas lokal dalam meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Selain itu, delegasi mengamati pengembangan pusat perdagangan modern dan pasar bunga terbesar di Yunnan sebagai contoh penguatan ekosistem pemasaran produk pertanian dan usaha masyarakat.
Program benchmarking ini diharapkan menjadi bekal bagi 20 kepala desa peserta untuk mengadaptasi berbagai praktik baik yang relevan di wilayah masing-masing. Praktik tersebut mencakup penguatan tata kelola desa, pengembangan komoditas unggulan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan wisata berbasis potensi lokal.
Melalui pertukaran pengalaman ini, Kemendes PDT terus mendorong lahirnya inovasi pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.